Pelaku Penembakan di Fort Hood Pernah Alami Gangguan Mental

  • Greg Flakus

Komandan pangkalan militer AS di Fort Hood, Texas, Letnan Jenderal Mark Milley memberikan penjelasan kepada media, Kamis (3/4).

Pelaku penembakan yang kemudian menembak dirinya sendiri, prajurit Ivan Lopez, pernah dirawat karena masalah mental yang mungkin terkait dengan dinasnya di Irak pada tahun 2011.
Sebuah penembakan di pangkalan militer Fort Hood di Texas tengah telah menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk pelakunya. Sejumlah rumah sakit di sekitarnya telah merawat 16 orang yang terluka, termasuk beberapa orang yang masih dalam kondisi kritis.

Berbicara kepada wartawan di gerbang utama Fort Hood Kamis (3/4), komandan pangkalan militer AS di Fort Hood, Letnan Jenderal Mark Milley mengatakan para penyidik menetapkan bahwa laki-laki yang melakukan penembakan itu adalah seorang prajurit yang ditempatkan di pangkalan itu dan bahwa ia tewas di tempat kejadian setelah menembak dirinya sendiri.

Pihak berwenang AS telah mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Ivan Lopez.

Letjen Milley mengatakan senjata yang digunakan pelaku adalah pistol semi-otomatis caliber .45 yang dibelinya di luar pangkalan itu. Dia mengatakan kronologis peristiwa itu masih dalam penyelidikan, tetapi yang diketahui adalah pelaku melakukan penembakan itu dengan penuh kesadaran.

"Pelaku diyakini masuk ke salah satu bangunan, melepaskan tembakan, masuk ke dalam sebuah kendaraan, menembak dari dalam kendaraan, keluar dari kendaraan itu, memasuki sebuah bangunan lain dan melepaskan tembakan lagi, lalu terlibat baku tembak dengan penegak hukum setempat," papar Milley.

Meskipun Milley mengatakan pelakunya tidak didiagnosis dengan gangguan Stress Pasca Trauma, dia dirawat karena masalah mental yang mungkin terkait dengan dinasnya di Irak pada tahun 2011.

Fort Hood adalah lokasi penembakan massal pada tahun 2009 yang mennyebabkan 13 orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka. Pelakunya, Mayor Nidal Hasan, terluka oleh polisi militer dan lumpuh dari pinggang ke bawah. Tahun lalu ia terbukti melakukan serangan itu dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Hasan mengaku melakukan penembakan itu, mengklaim ia telah terdorong oleh keimanan Muslim yang dimilikinya. Bukti-bukti yang dihadirkan dalam kasus itu menunjukkan ia telah dipengaruhi oleh ulama-ulama Islam radikal yang mendukung terorisme. Para pejabat mengatakan belum ada bukti keterkaitan antara terorisme dengan penembakan terbaru ini.

Presiden Barak Obama berjanji akan mengupas tuntas apa yang terjadi hari Rabu di Fort Hood dan mengatakan ia sedih karena sesuatu seperti ini terjadi lagi di pangkalan itu.