Pejabat Pakistan Jelaskan Alasan Negaranya Tidak Memburu Taliban Afghanistan 

Presiden Afghanistan Ashram Ghani (kiri) berbincang dengan PM Pakistan Nawaz Sharif di Islamabad, Pakistan (Foto: dok).

Pakistan telah sering mengeluh bahwa pada saat negara itu melancarkan operasi militer di Swat dan Waziristan Selatan pada tahun 2009, anggota Taliban Pakistan berlindung di Afghanistan.

Pakistan ragu-ragu mengambil tindakan terhadap Taliban Afghanistan di wilayahnya sendiri karena khawatir kelompok itu akan mengalihkan aksi kekerasannya ke Pakistan dan intelijen Afghanistan akan mendukungnya, kata seorang pejabat senior Pakistan.

“Kami harus berpikir dua kali sebelum bertindak. Siapapun yang kami tindak, langsung mendapat dukungan dari pihak lain,” kata pejabat yang minta tidak disebutkan namanya itu kepada VOA.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani baru-baru ini menuntut agar Pakistan mengambil tindakan militer terhadap para komandan Taliban di wilayah Pakistan atau menangkap dan menyerahkan mereka ke Kabul.

Pakistan telah sering mengeluh bahwa pada saat negara itu melancarkan operasi militer di Swat dan Waziristan Selatan pada tahun 2009, anggota Taliban Pakistan berlindung di Afghanistan. Dengan bantuan intelijen Afghanistan, militan Taliban Pakistan mulai menggunakannya sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan.

Pada waktu dimulainya operasi yang sekarang ini berlangsung di Waziristan Utara pada tahun 2014, kata pejabat Pakistan itu, pemerintah Afghanistan mengeluarkan kartu pengungsi kepada militan yang lari ke Pakistan.

Wartawan senior dan pakar kawasan itu, Rahimullah Yousufzai, mengatakan, pemimpin beberapa kelompok Taliban Pakistan, di antaranya Mullah Fazlullah, pemimpin Tehreek e Taliban Pakistan, bersembunyi di Afghanistan.

Ia menambahkan bahwa salah seorang pemimpin militan, Omar Khalid Khorasani, diduga mendapat dukungan dari badan-badan intelijen Afghanistan. Kelompok Khorasani, Jamaat-ul-Ahrar, mengklaim serangan bom pada hari Paskah di Lahore Maret lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Namun Duta Besar Afghanistan untuk Pakistan, Hazrat Omar Zakhilwal, menolak penilaian pejabat Pakistan tersebut.

“Mudah saja menghindari tanggungjawab dan menuding orang lain yang melakukannya,” katanya.Ia menambahkan bahwa militan seperti Fazlullah dan Khorasani adalah bagian dari Taliban Pakistan, yang merupakan “hasil kebijakan yang status quo.” [as/uh]