PBB Khawatirkan Nasib Anak-Anak di Kamp Ethiopia

Seorang ibu menggendong anaknya yang menderita kelaparan di sebuah kamp pengungsi di Ethiopia (foto: dok.).

UNHCR melaporkan sekitar 10 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari di kamp pengungsi Koba di Ethiopia Timur.

UNHCR – badan urusan pengungsi PBB – mengatakan anak-anak di sebuah kamp bagi para pengungsi Somalia di Ethiopia kini sekarat dalam jumlah yang “mencemaskan”.

UNHCR melaporkan sekitar 10 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari di kamp pengungsi Koba di Ethiopia Timur. UNHCR mengatakan kurang gizi merupakan penyebab utama kematian tersebut, tetapi wabah campak diduga memperburuk masalah ini.

Kamp di wilayah Dollo Ado dibuka bulan Juni bagi ribuan warga Somalia yang menyelamatkan diri dari kemarau panjang, bencana kelaparan dan pertempuran di negara mereka.

PBB telah mengumumkan bencana kelaparan di lima wilayah di Somalia Selatan, dan memperkirakan bencana ini akan meluas ke seluruh kawasan Selatan selambat-lambatnya pada akhir bulan ini.

Sementara itu negara-negara Muslim telah menjanjikan bantuan sebesar 350 juta dolar untuk membantu Somalia mengatasi krisis tersebut. Ke-57 anggota Organisasi Kerjasama Islam OKI berharap mengumpulkan 500 juta dolar yang dijanjikan dalam pertemuan di Istanbul hari Rabu.

PBB mengatakan lebih dari 12 juta orang di Tanduk Afrika itu sangat membutuhkan bantuan pangan. Wilayah itu sedang menghadapi musim kemarau terparah dalam enam puluh tahun.