PBB Gali Kuburan Warga Yazidi Korban Militan ISIS

  • Heather Murdock

Para pekerja menandai tempat-tempat yang diduga merupakan kuburan massal warga etnis Yazidi yang dibunuh oleh militan ISIS di Kocho, Irak.

Dalam beberapa minggu terakhir, pekerja Irak dan PBB telah menggali apa yang mereka yakini sebagai sisa-sisa dari 30 mayat Yazidi yang menjadi korban militan ISIS. Penggalian itu dilakukan di salah satu dari puluhan kuburan massal di wilayah itu. Ribuan orang terbunuh dan ribuan lainnya masih hilang setelah ditangkap dan diperbudak oleh ISIS dalam apa yang oleh PBB disebut sebagai genosida.

Militan ISIS melancarkan serangan brutal terhadap warga Yazidi di Irak Utara tahun 2014.

Korban yang selamat mengatakan, militan ISIS sering memaksa kaum pria Yazidi untuk menggali kuburan massal seperti itu sebelum membunuh mereka dan melemparkannya ke dalam. Perempuan dan anak-anak ditangkap dan dijual untuk kerja paksa atau perbudakan seksual.

BACA JUGA: Nadia Murad: Dari Tawanan Jihadis Jadi Pemenang Hadiah Nobel

Asia baru berusia 12 tahun ketika dia diambil lima tahun lalu. Dia tidak ingin wajahnya terlihat di kamera.

“Mereka datang sekitar tengah hari dan mengatakan kepada kami untuk berkemas. Mereka mengatakan, akan membebaskan kami ke pegunungan dan membawa kami ke sekolah. Pertama, mereka mengambil barang-barang berharga kami, telpon genggam dan kartu-kartu pengenal kami,” tutur Asia.

Asia melarikan diri dari ISIS hanya beberapa minggu lalu, sewaktu kelompok militan itu menderita kekalahan dalam pertempuran brutal mempertahankan wilayahnya. Ia mengatakan, trauma yang dialaminya baru mulai terasa. "Yazidi" adalah identitas etnis dan agama, dan ISIS sering memaksa kaum Yazidi yang diperbudak itu untuk meninggalkan bahasa dan agama mereka.

Aktivis menyalahkan militan itu dengan mengatakan, mereka berharap dunia internasional mengakui kejahatan itu sebagai genosida dan memicu tindakan internasional untuk menghukum para pelakunya dan membantu memulihkan orang-orang Yazidi. Tetapi mereka juga menyalahkan pemerintah karena tidak melindungi mereka dan tidak menyelesaikan krisis yang berkelanjutan itu. Sebagian besar dari sekitar 400.000 orang Yazidi di Irak telah diungsikan selama bertahun-tahun.

“Genosida, kuburan-kuburan massal dan semua kehancuran ini adalah hasil dari ideologi ISIS yang buruk dan biadab dan hak-hak kami telah ditekan dan dikhianati,” kata Nadia Murat, perempuan Yazidi pemenang Nobel Perdamaian. Diperkirakan 3.000 orang yang ditangkap oleh ISIS masih hilang dan penderitaan mereka bisa dirasakan.

Para pejabat PBB mengirim sisa-sisa jenazah itu ke Baghdad untuk diidentifikasi, dan berencana melanjutkan usaha mencari kuburan massal lainnya bulan depan. (ps)