Pasukan Karen Berpatroli di Pangkalan Militer Myanmar

Pasukan etnis minoritas Karen terlihat setelah membakar sebuah bangunan di dalam pos militer Myanmar dekat perbatasan Thailand, yang terlihat dari sisi Thailand di Thanlwin (dikenal sebagai Salween), tepi sungai di provinsi Mae Hong Son, Thailand, 28 April 2021.

Pasukan etnis minoritas Karen berpatroli di pangkalan militer Myanmar yang baru direbutnya di tepi sungai Salween yang membelah Myanmar dan Thailand.

Video yang diperoleh Associated Press menunjukkan beberapa tentara dari Serikat Nasional Karen (KNU) terlihat berjalan di sepanjang tepi sungai dan berpatroli dengan kapal-kapal pada Kamis (29/4), sehari setelah kelompok itu menyerbu pangkalan militer tersebut.

Seorang juru bicara KNU mengatakan sayap bersenjatanya menyerang pangkalan itu pada pukul 5 pagi pada Rabu dan membakarnya tepat setelah fajar.

Polisi hutan Thailand berkumpul di sebuah pos pemeriksaan di kota Mae Sam Laep di sisi sungai Salween di Thailand, provinsi Mae Hong Son, 2 April 2021, di seberang tempat pengungsi Myanmar sebelumnya berusaha melintasi perbatasan Thailand setelah serangan udara di negara bagian Karen. (Foto: dok/AFP)


Militer Myanmar membalas dengan melancarkan serangan udara beberapa jam kemudian di desa-desa di wilayah yang dikuasai pasukan Karen.

Sekitar 300 penduduk desa melarikan diri dengan menyeberang ke Thailand.

Gelombang serangan udara terbaru meningkatkan kekhawatiran bahwa lebih banyak penduduk desa akan meninggalkan rumah mereka di daerah yang rentan, dengan kemungkinan banyak di antara mereka yang mencoba menyeberang ke Thailand.

Pertempuran antara Karen dan militer Myanmar semakin sengit sejak para pemimpin pemerintah terpilih Myanmar digulingkan dalam kudeta militer pada 1 Februari. [ab/uh]