Pasukan Filipina Bunuh 40 Ekstremis Abu Sayyaf

  • Associated Press

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara di pangkalan udara militer di Angeles City, sebelah timur Manila, Filipina (5/7). (EPA/Francis R. Malasig)

Panglima militer mengatakan minggu lalu serangan yang akan diluncurkan akan "mengejutkan dan membuat kagum" para ekstremis.

Pasukan Filipina telah membunuh 40 ekstremis Abu Sayyaf dan melukai 25 lainnya di dua medan tempur dalam serangan kontraterorisme besar pertama di selatan di bawah kepemimpinan presiden baru, menurut militer hari Senin (11/7).

Juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan mengatakan 22 militan telah tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam serangan-serangan yang dimulai minggu lalu di hutan-hutan di Sulu, provinsi yang didominasi warga Muslim, tempat para militan pencari tebusan diyakini menyandera sejumlah warga asing.

Seorang tentara terbunuh dalam pertempuran di provinsi Sulu yang miskin, sekitar 950 kilometer dari selatan Manila, ujarnya.

Di provinsi Basilan yang berdekatan jaraknya, 18 pejuang Abu Sayyaf dibunuh dan sembilan lainnya luka-luka dalam serangan simultan yang berpusat di kota Tipo Tipo, menurut Tan.

Ribuan tentara melakukan serangan yang didukung helikopter penembak roket dan tembakan artileri.

Presiden Rodrigo Duterte, yang memulai masa jabatan enam tahun pada 30 Juni, telah memperingatkan Abu Sayyaf untuk menghentikan gelombang penculikan untuk minta tebusan, dengan mengatakan bahwa ia pada akhirnya akan mengkonfrontasi mereka.

Panglima militer mengatakan minggu lalu serangan yang akan diluncurkan akan "mengejutkan dan membuat kagum" para ekstremis.

Meskipun presiden-presiden sebelumnya telah menganggap militan Abu Sayyaf sebagai bandit yang bertahan dengan penculikan untuk meminta tebusan dan memeras, Duterte mengatakan minggu lalu ia tidak akan mengkategorikan mereka sebagai kriminal.

"Ini orang-orang yang didorong oleh rasa putus asa," katanya.

Namun para militan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mendengar seruan Duterte untuk berhenti menculik, yang menurutnya telah merusak citra negara.

Pihak berwenang Indonesia hari Senin mengatakan tersangka pria-pria bersenjata Abu Sayyaf menculik tiga nelayan Indonesia pekan lalu di lepas pantai Lahad Datu, Malaysia -- sebuah upaya terbaru dari beberapa serangan di perairan yang telah memicu tanda bahaya keamanan regional.

Amerika Serikat dan Filipina memasukkan Abu Sayyaf, yang memiliki lebih dari 400 pejuang bersenjata, ke dalam daftar organisasi teroris karena pemboman maut, penculikan untuk minta tebusan dan pemenggalan yang terjadi dalam tiga dekade terakhir. [hd]