Pasukan AS Masih Berpatroli Dekat Ladang Minyak

Your browser doesn’t support HTML5

Amerika mempertahankan pasukan di dekat lapangan minyak di Suriah utara untuk mencegah tempat itu direbut oleh militan ISIS, demikian kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Senin (21/10).
CR: 29892284 US SYRIA TURKEY 2nd upd
US Keeping Troops Near Syrian Oil Fields
DATE: 10/21/2019
WRITER: Ken Bredemeier


INTRO:


Amerika mempertahankan pasukan di dekat lapangan minyak di Suriah utara untuk mencegah tempat itu direbut oleh militan ISIS, demikian kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Senin (21/10). Sebuah konvoi terdiri dari lebih 100 kendaraan berisi pasukan Amerika telah melintas dari Suriah ke Irak pada Senin sebagai bagian dari penarikan pasukan yang diperintahkan Presiden Donald Trump. Tetapi, kata Esper, sebagian pasukan masih akan melakukan patroli dekat lapangan minyak bersama Pasukan Demokratik Suriah yang merupakan milisi Kurdi. Laporan selengkapnya dibawakan oleh Jimmy.


TEKS:
Pemimpin Pentagon itu mengatakan, belum ada keputusan jangka panjang yang dibuat sehubungan jumlah pasukan dan belum ada rencana yang diberikan kepada Trump.


Kata Esper, “Kami saat ini punya pasukan di beberapa kota yang terletak dekat daerah itu. Tujuannya adalah menutup akses, khususnya bagi ISIS atau kelompok lain yang mungkin ingin mencari keuntungan guna membiayai kegiatan jahat mereka.”


Penarikan pasukan Amerika oleh Trump telah membuat marah pihak Kurdi di Suriah utara, dimana pasukan Kurdi telah memerangi ISIS bersama pasukan Amerika. Tetapi Trump mengatakan, Amerika tidak punya kepentingan dalam ofensif Turki terhadap milisi Kurdi, yang dianggap Turki bersekutu dengan separatis Kurdi di Turki yang memperjuangkan otonomi di Turki tenggara selama tiga dekade terakhir.


Amerika minggu lalu mencapai persetujuan gencatan senjata lima hari dengan Turki di kawasan itu guna memberi kesempatan kepada pasukan Kurdi untuk pindah menjauhi perbatasan, dimana Turki bermaksud memberlakukan "zona aman" selebar 32 kilometer.


Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali pada Senin, ofensifnya terhadap milisi Kurdi akan dilanjutkan apabila mereka belum undur dari perbatasan Turki pada saat gencatan senjata berakhir pada Selasa malam.


Dengan penarikan pasukan Amerika oleh Trump -- Rusia, sekutu presiden Suriah Bashar al-Assad, telah mengisi kevakuman itu di Suriah utara. Meskipun Turki adalah sekutu NATO Amerika, Erdogan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk menyusun strategi mereka di Suriah.


Ketika kendaraan lapis baja Amerika keluar dari Suriah lewat kota Qamishli Senin, penduduk melemparkan kentang ke arah tentara Amerika sambil berteriak “No America,” dan “Amerika Liar.”

Dekat kota Tal Tamr, pemrotes mengusung poster-poster yang menentang penarikan pasukan Amerika pada Minggu sore. Seorang warga memblokir jalan dari sebuah van Amerika dengan sebuah poster bertuliskan: “Terima kasih kepada rakyat Amerika, tetapi Trump mengkhianati kami.”


Trump telah mengatakan penarikan pasukan itu perlu dilakukan guna mengakhiri perang tak berkesudahan di Timur Tengah. Pentagon memindahkan kontingen pasukan Amerika di Suriah berjumlah lebih dari 700 tentara ke Irak, bukan pulang ke Amerika sebagaimana dicuitkan oleh Trump. Kata Esper, pasukan itu akan membantu Irak dan bisa digunakan untuk melakukan serangan anti-teroris ke dalam wilayah Suriah untuk melawan ISIS. (jm/vm)