Pasca Serangan terhadap Pembangkit Listrik Utama, Kekhawatiran pada Tindakan Ekstremis di AS Menyeruak

Para pekerja tampak memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sebuah gardu listrik di Graham, Washington, pada 25 Desember 2022. (Foto: Ken Lambert/The Seattle Times via AP)

Aksi vandalisme terhadap empat pembangkit listrik di negara bagian Washington selama akhir pekan lalu menambah kekhawatiran akan kemungkinan tindakan ekstremis sayap kanan secara nasional untuk membangkitkan ketakutan dan memicu konflik sipil.

Polisi setempat, pada Selasa (27/12), belum memberikan informasi tentang siapa yang mereka curigai berada di balik aksi vandalisme yang membuat sekitar 14.000 pelanggan di Tacoma – sebuah kota pelabuhan di selatan Seattle – mengalami pemadaman listrik pada Hari Natal.

BACA JUGA: Gardu Listrik Keempat di Washington Dirusak Orang Tak Dikenal

Perusahaan listrik Tacoma Public Utilities, yang memiliki dua fasilitas yang menjadi sasaran pada Minggu (25/12), dalam sebuah pernyataan mengatakan pada awal Desember lalu penegak hukum federal telah memberi peringatan tentang ancaman terhadap jaringan listrik mereka.

Kantor Kepolisian Pierce County mengatakan sedang melakukan penyelidikan, tetapi belum melakukan penangkapan dan tidak tahu apakah serangan itu terkoordinasi.

Dalam sebuah pernyataan polisi mengatakan telah mengetahui insiden serupa juga terjadi di negara bagian Washington, Oregon dan North Carolina.

“Bisa jadi ada sejumlah alasan saat ini… Kita harus menyelidiki dan tidak langsung mengambil kesimpulan,” ujarnya.

Aksi tersebut muncul setelah beredar peringatan disampaikan oleh pejabat-pejabat Amerika bahwa neo-Nazi – yang mengatakan ingin memicu perang ras – menarget pembangkit-pembangkit listrik itu.

BACA JUGA: Gubernur New York: Kita Sedang Berperang Melawan Alam

Para ekstremis kekerasan “telah mengembangkan rencana spesifik yang kredibel untuk menyerang infrastruktur listrik setidaknya sejak tahun 2020, mengidentifikasi jaringan listrik sebagai target yang sangat menarik mengingat ketergantungannya dengan infrastruktur lain,” demikian petikan memo intelijen Departemen Keamanan Dalam Negeri pada Januari lalu, sebagaimana dilaporkan media AS.

Pada awal Desember lalu, 45.000 rumah dan bisnis di Moore County di North Carolina mengalami pemadaman listrik setelah seseorang menggunakan senapa berkekuatan tinggi untuk merusak dua pembangkit listrik. [em/rs]