Partai-Partai Politik Utama di Spanyol Kalah dalam Pemilu Lokal

Warga menghadiri pidato Pablo Iglesias, pemimpin Partai Podemos (We Can) untuk merayakan hasil pemilu di Madrid (24/5). (AP/Daniel Ochoa de Olza)

Pemimpin Partai Podemos menggambarkan kekalahan itu sebagai “berakhirnya politik bipartisan di Spanyol," yang menurutnya “menunjukkan secara langsung pada terjadinya perubahan."

Partai-partai politik utama di Spanyol kalah dalam pemilihan umum di tingkat lokal dan regional hari Minggu (24/5), saat para pemilih -- yang menghadapi kebijakan penghematan, tingginya pengangguran dan skandal korupsi – menentang kelompok konservatif yang berkuasa dan kelompok sosialis yang beroposisi.

Saat penghitungan suara dilanjutkan Senin pagi dan jumlah suara yang dihitung sudah mencapai sekitar 90 persen, dua partai utama tampaknya meraih suara 62 persen secara nasional. Empat tahun lalu partai-partai konservatif dan sosialis meraih sekitar 65 persen suara secara nasional.

Pemimpin Partai Podemos yang anti-penghematan, Pablo Iglesias, menggambarkan kekalahan itu sebagai “berakhirnya politik bipartisan di Spanyol," yang menurutnya “menunjukkan secara langsung pada terjadinya perubahan."

Berbicara pada wartawan, Pablo juga menyerukan perubahan yang “tidak dapat diubah lagi” dan menambahkan bahwa tantangan berikutnya pada Partai Podemos adalah memenangkan pemilu akhir tahun nanti.

Sementara itu di Madrid, tempat Partai Rakyat berkuasa sejak tahun 1991, beberapa calon Perdana Menteri Rajoy tampil Minggu malam dalam pertarungan sengit dengan partai sayap kiri yang didukung Partai Podemos.

Pemilu lokal dan regional di Spanyol hari Minggu memperebutkan lebih dari 8.000 balai kota dan 13 dari 17 parlemen regional. Para analis mengatakan hasil akhir akan menjadi barometer pemilu nasional yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.