Para Diplomat Dorong Gencatan Senjata di Suriah

Konvoi bantuan dari PBB dan Bulan Sabit Merah memasuki Kafr Batna pinggiran Damaskus, untuk mendistribusikan bantuan pangan, Selasa (23/2). Para diplomat PBB terus mendorong upaya gencatan senjata di Suriah.

Para diplomat PBB mempertimbangkan sebuah resolusi DK PBB yang akan menyetujui gencatan senjata di Suriah.

Para diplomat PBB sedang mempertimbangkan sebuah resolusi Dewan Keamanan yang menyetujui gencatan senjata dukungan AS dan Rusia di Suriah, yang menurut Menteri Luar Negeri AS John Kerry adalah "salah satu cara kita mengakhiri perang ini."

Pihak-pihak yang bertikai di Suriah memiliki waktu sampai tengah hari Jumat (26/2) untuk mengatakan apakah mereka berpartisipasi dalam penghentian permusuhan yang akan dimulai 12 jam kemudian.

"Alternatif lain adalah perang semakin memburuk, Suriah mungkin benar-benar hancur, tidak dapat disatukan kembali," kata Kerry, Rabu (24/2).

Pejabat AS dan Rusia mengadakan diskusi lebih lanjut Kamis mengenai penerapan gencatan senjata, dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov menegaskan bahwa Rusia tidak membahas alternatif apapun untuk rencana tersebut.

Pemerintah Suriah mengatakan pihaknya akan mengambil bagian, tapi akan terus menyerang militan Negara Islam dan teroris terkait al-Qaida, yang tidak termasuk dalam gencatan senjata itu.

Oposisi utama Komite Tinggi untuk Negosiasi (HNC) belum memberikan dukungan sepenuhnya pada hari Rabu, mengatakan akan berpartisipasi dalam gencatan senjata selama dua minggu untuk melihat komitmen pihak lain. [as]