Palestina Sita Barang-barang Israel dalam Kampanye Boikot

Seorang aktivis Palestina mengatakan sebuah kampanye untuk memboikot barang-barang Israel yang dijual di Tepi Barat, telah mulai menyita dan menghancurkan barang-barang itu.

Pemimpin boikot, Abdullah Kmail, mengatakan hari Selasa (3/2), para aktivis akan mengunjungi toko-toko dan menyita produk dari enam perusahaan makanan utama Israel.

Emmanuel Nahshon, juru bicara kementerian luar negeri Israel, mengutarakan, langkah tersebut "tidak kondusif terhadap suasana dialog." Para aktivis dalam gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan rencana boikot itu bulan lalu, setelah Israel menghentikan transfer pendapatan pajak yang vital kepada Otorita Palestina pimpinan Abbas, yang kekurangan dana itu.

Israel mengambil langkah tersebut setelah Palestina bergabung dengan Mahkamah Kejahatan Internasional untuk mengupayakan dikenakannya dakwaan kejahatan perang terhadap Israel.

Tepi Barat adalah pasar yang penting bagi ekspor barang-barang Israel, termasuk senilai sekitar $700 juta dalam bentuk ekspor pangan.