Ofensif yang Didukung Rusia di Suriah Sampai pada Titik Kritis

Warga memperhatikan kerusakan akibat serangan udara di pasukan pro-pemerintah Suriah yang didukung Rusia di daerah al-Sakhour, Aleppo, Suriah, yang dikuasai oleh pemberontak, 8 Februari 2016.

PBB hari Selasa (9/2) memperingatkan jika pasukan pro-pemerintah di Suriah berhasil mengepung kota strategis Aleppo maka bantuan kemanusiaan bagi sekitar 300.000 orang bisa terputus.

Dalam evaluasi situasi di Aleppo, PBB mengatakan ofensif terhadap Aleppo telah memotong jalur pasokan pemberontak antara bagian timur kota itu dengan pintu gerbang Bab al Salam di perbatasan dengan Turki. Gerak maju lebih jauh ke dalam kota itu bisa mengakibatkan antara 100.000 hingga 150.000 warga sipil melarikan diri dari Aleppo.

Program Pangan Dunia itu hari Selasa mengatakan pihaknya mendistribusikan makanan yang sangat dibutuhkan bagi 21.000 orang yang melarikan diri dari Aleppo ke A'zaz, tidak jauh arah selatan dari perbatasan Turki. Direktur kelompok itu di Suriah, Jakob Kern, menyebut situasi di Aleppo “cukup tidak stabil dan tidak menentu.”

Pasukan pro-pemerintah telah membuka jalan menuju Aleppo selama seminggu ini dalam upaya mereka untuk menghancurkan pemberontak yang telah memerangi rezim Presiden Bashar al-Assad selama lebih dari lima tahun.

Pesawat-pesawat tempur Rusia tanpa henti membom Suriah utara selama berhari-hari, memaksa pasukan pemberontak yang didukung Amerika dan berbagai kelompok pemberontak lainnya berlindung di terowongan dan lubang-lunang bekas ledakan. Seorang pemberontak muda mengatakan kepada VOA bahwa semangat mereka anjlok ke titik terendah sementara para pejuang anti-Assad merasa bahwa negara-negara Barat telah meninggalkan mereka. [lt]