Obama Tegaskan Kembali Sikap AS Sebelum Tinggalkan Asia

Presiden Barack Obama menyampaikan pidato di hadapan pasukan militer AS dan Filipina di Fort Bonifacio Gymnasium, Manila (29/4).

Presiden Obama menegaskan kembali sikap pemerintahannya terkait sengketa maritim China, di hadapan pasukan Amerika dan Filipina sebelum meninggalkan Manila.
Presiden Amerika Barack Obama mengeritik lagi China secara tidak langsung usai lawatannnya di Asia selama seminggu. Presiden Obama menegaskan kembali sikap pemerintahannya terkait sengketa maritim China, di hadapan pasukan Amerika dan Filipina sebelum meninggalkan Manila.

Ucapan tersebut, yang tidak menyebut nama China, dikeluarkan sehari setelah Washington dan Manila menanda-tangani persetujuan pertahanan baru untuk memperluas kehadiran militer Amerika di negara Pasifik itu.

Obama menegaskan kembali tekad Amerika untuk membela Filipina. Ia mengutip perjanjian tahun 1951, dimana kedua negara sepakat untuk melindungi satu sama lain apabila diserang.

Hubungan militer yang lebih dekat tersebut secara luas dipandang sebagai respon terhadap Beijing, yang terlibat dalam sengketa yang memburuk dengan Manila atas wilayah di Laut Cina Selatan.