NATO Tidak Akan Intervensi Konflik di Suriah

Menhan AS John Kerry (kiri) dan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen sesaat sebelum dimulainya pertemuan Menlu NATO dari 28 negara di Brussels (23/4).

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan aliansi tersebut tidak akan campur tangan dalam konflik di Suriah meskipun kekerasan itu menimbulkan ancaman terhadap keamanan di perbatasan tenggara NATO.
Meskipun tidak akan melakukan intervensi dalam konflik di Suriah, NATO tidak akan mengabaikan resiko penyebaran konflik di kawasan dengan kemungkinan implikasi terhadap keamanan sekutu.

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengeluarkan pernyataan tersebut ketika para menteri luar negeri NATO berkumpul untuk mengadakan pembicaraan di Brussels, Selasa (23/4).

Sebelumnya tahun ini, aliansi tersebut mengerahkan peralatan anti-misil Patriot di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah, setelah beberapa desa di Turki dihantam tembakan artileri.

Segera setelah pertemuan dimulai, NATO mengutuk program senjata nuklir dan retorika mengancam Korea Utara. Aliansi itu mengatakan, tindakan Pyongyang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengganggu stabilitas regional.

Pembicaraan hari Selasa juga akan terfokus pada penarikan mundur pasukan sekutu dari Afghanistan pada 2014. Aliansi itu akan berusaha mencari cara bagaimana mendukung pasukan Afghanistan setelah 2014.