Myanmar: Pasukan Pemerintah Tewaskan 13 Pemberontak, Tangkap 8 Lainnya

Orang-orang meninggalkan Laukkai, ibukota Kokang di negara bagian Shan, tiba di stasiun bis Mandalay 14 Februari 2015.

Media pemerintah Myanmar mengatakan, pasukan pemerintah yang sedang memerangi pemberontak dekat perbatasan dengan China menewaskan 13 pemberontak dan menangkap delapan lainnya. Media itu mengatakan, kemajuan ini menyusul kekalahan berat pasukan pemerintah sebelumnya pekan ini.​

Bentrokan kali ini merupakan salah satu yang paling sengit di negara itu dalam dua tahun dan dapat merusak rencana pemerintah untuk mewujudkan kesepakatan gencatan senjata dengan banyak kelompok pemberontak yang menuntut hak memerintah sendiri selama puluhan tahun.​

Sebelumnya pekan ini, 47 tentara tewas dan lebih dari 70 lainnya terluka dalam pertempuran yang melibatkan serangan udara terhadap posisi-posisi pemberontak dekat Laukkai, ibukota kawasan otonomi Kokang. Kawasan itu terletak sekitar 800 kilometer dari timur laut kota terbesar di Myanmar, Yangon.​

Para pemberontak Kokang dulunya adalah bagian dari Partai Komunis Birma yang kini tidak lagi eksis sejak gencatan senjata ditandatangani dengan pemerintah militer ketika itu pada tahun 1989. Para pejabat pemerintah menuding pertempuran baru dipicu faksi pimpinan Phone Kya Shin, yang berusaha merebut Laukkai.​

Pejabat tinggi militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, menuduh kelompok-kelompok etnik bersenjata lain ikut mendukung para pemberontak Kokang, namun ia tidak secara terang-terangan menyebutkan nama-nama kelompok itu.