Militer Israel Terpecah, Hadapi Penyelidikan Perang Gaza

Seorang tentara Israel yang terluka dalam pertempuran di perbatasan Gaza, dibawa ke sebuah rumah sakit di wilayah Beersheba, 24 Desember 2014 (Foto: dok).

50 hari Perang Gaza tahun lalu menelan 2.100 korban jiwa Palestina dan 72 orang di pihak Israel. Israel mengatakan, operasi tempurnya adalah tindakan bela diri, sambil menyalahkan Hamas.

Debat seru berkecamuk dalam militer Israel tentang sampai seberapa jauh tentara bertanggung jawab atas tindakan mereka secara hukum, dalam perang Gaza tahun lalu, dengan para komandan yang kian berselisih dengan tim pengacara militer.

Pertikaian itu telah memicu badai di Israel, di mana banyak kalangan mengatakan, ancaman hukum akan mengungkung tentara dalam pertempuran di masa datang, menciutkan nyali mereka dan menghancurkan keyakinan teguh yang menjadi sandaran utama dinas wajib militer (wamil) Israel.

Tetapi, dengan pihak Palestina mengumumkan pengajuan keanggotaan mereka ke Mahkamah Kejahatan Internasional, pekan lalu, keputusan untuk dilakukannya penyelidikan menjadi kian mendesak.

Sebuah penyelidikan Israel terhadap tindakan militernya adalah penting untuk mengenyahkan pemeriksaan pihak luar yang memalukan dan berpotensi merugikan.

50 hari Perang Gaza tahun lalu menelan 2.100 korban jiwa Palestina dan 72 orang di pihak Israel. Israel mengatakan, operasi tempurnya adalah tindakan bela diri, sambil menyalahkan Hamas.

Tetapi, para pengecam menunjuk jumlah korban Palestina yang begitu banyak, dan mempersoalkan respon Israel yang tidak proporsional.