Metode Pengeboran Gas Alam di Amerika Timbulkan Kontroversi

Dibutuhkan hampir seribu truk "tanker" air untuk disuntikkan dengan tekanan tinggi ke dalam satu sumur bor untuk menghancurkan batu-batu yang mengandung gas, jauh di bawah tanah.

Salah satu metode untuk menyedot gas alam, dikenal dengan hidrolik fracturing atau fracking, menuai kontroversi karena penduduk khawatir hal itu membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Desakan untuk mengembangkan sumber energi baru di dalam negeri Amerika memicu lonjakan pengeboran gas alam. Salah satu metode untuk menyedot gas alam, dikenal dengan hidrolik fracturing atau fracking, menuai kontroversi karena penduduk khawatir hal itu membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Demonstran datang ke Philadelphia akhir tahun lalu, menyatakan bahwa fracking mencemari air tanah mereka.

Negarabagian Pennsylvania mengeluarkan 2.500 izin setahun untuk melakukan pengeboran di Marcellus Shale, yang diperkirakan sebagai lokasi yang punya cadangan gas alam bawah tanah terbesar di Amerika.

Ketika fracking dilakukan untuk mendapat gas, air dan bahan kimia disuntikkan dengan tekanan tinggi ke dalam sumur bor untuk menghancurkan batu-batu yang mengandung gas, jauh di bawah tanah.

Para pekerja sedang melakukan hidrolik fracturing atau fracking, salah satu metode untuk menyedot gas.

Walau cara ekstraksi gas ini menjanjikan peningkatan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi setempat, penduduk khawatir mengenai kemungkinan dampak fisik akibat fracking terhadap lingkungan dan kesehatan mereka. Industri minyak dan gas berkeras, fracking efisien dan aman.

Dalam laporan barunya, Institut Energi pada Universitas Texas berusaha memisahkan "fakta dari fiksi." Direktur institut itu, Charles Groat mengumumkan temuan itu di Vancouver dalam pertemuan tahunan Asosiasi Amerika bagi Kemajuan Sains:

Ia memaparkan, "Kami tidak menemukan bukti langsung bahwa fracking, praktek menghancurkan bebatuan, mencemari air tanah dangkal atau menimbulkan kekhawatiran. Namun, tidak berarti bahwa tidak ada bagian-bagian lain dari proses pengeboran gas itu yang bisa membuat hal-hal yang tidak diinginkan dalam air tanah yang dangkal atau air permukaan."

Analisis operasi pengeboran gas besar di Pennsylvania, Texas dan Louisiana mendapati, banyak masalah air tanah ternyata berasal dari tumpahan bahan kimia di permukaan, kolam-kolam di udara terbuka yang bocor atau kesalahan penanganan air limbah. Insinyur lingkungan University of Texas Danny Reible mengatakan sumber-sumber gas alam juga harus dipertimbangkan.

"Tentu saja ada kasus-kasus pipa pengeboran sumur gas alam yang bocor dan menyebabkan gas alam merembes ke sumur air minum. Ada pula contoh-contoh sumber gas alam, yang jauh di bawah tanah maupun dekat permukaan yang juga mencemari sumber air," paparnya.

Menurut laporan itu, banyak masalah terkait fracking berhubungan dengan proses umum untuk semua operasi gas dan pengeboran, seperti pipa pengeboran yang bocor.

Penelitian itu menyimpulkan tidak perlu peraturan baru untuk pengeboran gas. Namun, ditegaskan, negarabagian harus secara agresif menegakkan peraturan yang sudah ada guna melindungi lingkungan, dan dibutuhkan kepatuhan industri supaya masyarakat mau menerima fracking.