Meski Ekonomi Tumbuh Pesat, India Sulit Ciptakan Lapangan Kerja

  • Anjana Parischa

Kuli bangunan berkumpul di distrik bisnis Gurgaon dekat New Delhi, berharap mendapat pekerjan. (VOA/A. Pasricha)

Pabrik-pabrik pembuat garmen, produk kulit dan barang-barang ekspor lainnya termasuk industri-industri yang menghadapi kesulitan akibat perlambatan global.

Festival cahaya di India hanya tinggal beberapa hari lagi, namun hal itu tidak membuat Kali Charan, 35, bersemangat. Sudah seminggu kuli bangunan harian tersebut mengunjungi pinggiran jalan yang ramai di distrik bisnis Gurgaon, berharap para kontraktor atau pemilik rumah akan mencari jasanya.

Ia tidak sendiri. Di tempat yang sama, sejumlah buruh yang sedang menganggur berkumpul setiap hari mencari kerja sebagai tukang kayu, tukang batu, tukang cat dan tukang pipa.

Menurut Kali Charan, menemukan pekerjaan sekarang ini lebih sulit dibandingkan delapan tahun ketika ia datang dari desa. Dalam sebulan saekarang ini, ia hanya bekerja 10 sampai 15 hari, sehingga ia harus sangat berhemat untuk dapat mengirim uang ke desa.

Dalam 10 tahun terakhir, Gurgaon tumbuh pesat, melahirkan proyek-proyek konstruksi yang menciptakan puluhan ribu pekerjaan, menjadikannya pusat buruh migran.

Namun banyak proyek tertunda akibat melambatnya permintaan. Situasinya tidak berbeda dengan di daerah-daerah lain di negara ini.

Konstruksi bukan hanya sektor padat karya yang sedang susah. Pabrik-pabrik pembuat garmen, produk kulit dan barang-barang ekspor lainnya termasuk industri-industri yang menghadapi kesulitan akibat perlambatan global.

Survei terbaru dari Biro Tenaga Kerja milik pemerintah mengatakan tingkat pengangguran melonjak ke tingkat tertinggi dalam lima tahun mencapai 5 persen.

Statistik ini mengejutkan untuk negara yang melampaui China karena tumbuh lebih dari 7 persen tahun lalu. Namun para ekonom mengatakan India mengalami apa yang disebut "pertumbuhan pengangguran."

"Pertumbuhan ada, tapi terjadi di sektor-sektor dimana intensitas modal tinggi, yang tidak menyerap banyak tenaga kerja. Jadi prediksi kami bahwa sektor modern yang global akan dapat menyediakan lapangan kerja tidak terjadi," ujar Amitabh Kundu, mantan profesor di Jawaharlal Nehru University. [hd]