Menlu Pompeo: Trump Bertindak Tepat Batalkan Pembicaraan dengan Taliban

  • Arash Arabasadi

Pompeo

Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Taliban telah dibatalkan oleh Presiden Donald Trump setelah serangan maut Taliban baru-baru ini. Trump mengatakan serangan itu menghancurkan rencana pembicaraan di Camp David dengan presiden Afghanistan dan “para pemimpin utama Taliban.”

Sebagaimana dilaporkan wartawan VOA Arash Arabasadi, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan ketua tim perunding Amerika dalam pembicaraan dengan Taliban telah diperintahkan untuk kembali ke Amerika.

Rencana untuk mengakhiri perang paling lama yang dilakukan Amerika menghadapi kebuntuan. Hari Kamis lalu di Kabul, sebuah serangan bom mobil menewaskan 12 orang, termasuk seorang tentara Amerika.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan ia mendukung keputusan membatalkan pembicaraan Amerika-Taliban.

Dalam acara di stasiun televisi ABC, This Week, Pompeo menjelaskan, “Kita harus melakukannya dengan benar. Kita harus melindungi kepentingan keamanan nasional Amerika sehingga teror tidak pernah lagi dilancarkan dari Afghanistan. Pada saat bersamaan, mengurangi darah dan kekayaan Amerika yang telah kita curahkan selama hampir dua dekade sekarang ini,” kata Mike Pompeo.

Your browser doesn’t support HTML5

Menlu Pompeo: Trump Bertindak Tepat Batalkan Pembicaraan dengan Taliban

Amerika selama berbulan-bulan telah mengadakan pertemuan dengan Taliban untuk memperantarai tercapainya kesepakatan damai antara kedua pihak, sambil mengupayakan penarikan mundur pasukan Amerika dari Afghanistan. Sementara itu, Taliban meningkatkan serangan-serangannya sejak mencapai rancangan kesepakatan pada prinsipnya.

David Sedney, Direktur Eksekutif American University of Afghanistan melalui Skype mengemukakan, “Jadi saya kira apabila Taliban bereaksi terhadap rencana kesepakatan ini dengan menghentikan serangan-serangan, maka saya pikir kita akan mengalami kemajuan sekarang ini. Tetapi sewaktu Taliban memutuskan untuk mengangkat senjata dan menindaklanjuti kesepakatan di Doha dengan serangan-serangan di lapangan di Afghanistan, tindakan ini menimbulkan pertanyaan, apakah Taliban serius mengenai perdamaian.”

Presiden Donald Trump mencuit bahwa ia membatalkan perundingan rahasia mengenai perdamaian di Camp David hanya beberapa hari sebelum peringatan 18 tahun serangan teroris 11 September.

Seorang utusan Kongres dari partai Republik, partainya Presiden, mencuit bahwa Taliban tidak punya urusan untuk mendatangi Amerika.
Pemerintah Afghanistan tampak mendukung keputusan untuk menghentikan perundingan.

Sediq Sediqqi, juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan,
“Apa yang telah dikatakan presiden, Presiden Amerika Serikat dalam cuitannya, ia telah membatalkannya, jadi tidak ada lagi pembicaraan sekarang ini. Jadi kami sangat yakin apa yang ia katakan benar-benar mencerminkan kekhawairan yang bukan hanya muncul di Afghanistan, di ibukota Afghanistan, tetapi juga di Washington DC.”

Pompeo mengatakan meningkatnya kekerasan oleh Taliban telah menghancurkan perundingan selama berbulan-bulan.

Pompeo dalam acara "This Week" di stasiun televisi ABC menambahkan, “Ketika kami melihat tindakan ini pada waktu kita hampir mencapai solusi dan mendekati kesempatan bagi presiden untuk benar-benar bertemu dengan para pengambil keputusan yang dapat sungguh-sungguh mewujudkan rekonsiliasi dan perdamaian bagi rakyat Afghanistan, Presiden Trump mengatakan, ‘Cukup. Kita tidak akan melakukannya. Kita tidak akan memberi hadiah bagi perilaku itu,’ dan kemudian membatalkannya.”

Pembicaraan yang macet, setidaknya untuk sekarang ini, telah menangguhkan juga rencana penarikan ribuan tentara Amerika dari Afghanistan. [uh/ab]