Menhan AS: Setiap Tindakan Militer di Libya Harus Dapat Restu PBB

Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengadakan jumpa pers pasca-pertemuan menteri-menteri pertahanan NATO di Brussels.

Dalam pertemuan NATO di Brussels, Menhan Robert Gates menegaskan setiap tindakan militer di Libya harus mendapat mandat yang jelas.

Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates mengatakan NATO berencana menempuh opsi militer mengenai Libya tetapi tidak akan melaksanakan rencana apapun termasuk zona larangan terbang tanpa izin Dewan Keamanan PBB.

Gates mengatakan dalam pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, Kamis, bahwa setiap tindakan militer oleh NATO di Libya harus mendapat mandat yang jelas dengan dukungan kawasan tersebut.

Gates mengatakan NATO telah sepakat untuk mengubah kedudukan kapal-kapal di laut Tengah supaya lebih dekat ke Libya untuk memantau embargo senjata terhadap negara tersebut dan membantu kemungkinan operasi kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan pengesahan internasional sangat penting bagi tindakan militer apapun oleh Amerika Serikat dan lain-lain terhadap pemimpin Libya Moammar Gaddafi.

Pada hari yang sama, para pemimpin Inggris dan Perancis mengatakan bahwa untuk mengakhiri kekerasan di Libya, Gaddafi harus mengundurkan diri. Dalam surat bersama kepada Dewan Eropa, Herman von Rompuy, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan Eropa harus terus berencana mendorong zona larangan terbang di angkasa Libya dan menganggap Dewan Libya Nasional yang dipimpin pemberontak sebagai organisasi politik yang sah.