Majalah Jerman Ungkapkan Satuan Elit Peretas NSA Amerika

Sebuah tanda di luar kampus Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) di Fort Meade, Maryland (Foto: dok).

Majalah Jerman, Der Spiegel melaporkan operasi Tailored Access Operations (TAO), salah satu divisi NSA yang digambarkan sebagai satu tim elit peretas dengan spesialisasi pencurian data, Minggu (29/12).
Sebuah majalah Jerman mengungkapkan operasi satuan peretas dalam Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA), hari Minggu (29/12). Majalah tersebut melaporkan bahwa mata-mata Amerika mencegat pengiriman komputer, memanfaatkan kerawanan piranti keras, dan bahkan membajak sistem laporan internal Microsoft untuk memata-matai sasaran mereka.

Pengungkapan oleh Der Spiegel mengenai satu divisi NSA yang dinamakan Tailored Access Operations (TAO), yang digambarkan sebagai satu tim elit peretas yang mempunyai spesialisasi dalam pencurian data dari sasaran-sasaran yang paling sulit.

Dengan mengutip dokumen internal NSA, Minggu (29/12), majalah itu mengatakan bahwa misi TAO adalah “menjangkau yang tidak terjangkau” dan mengutip seorang pejabat intelijen yang mengatakan bahwa TAO telah mengumpulkan “sebagian dari informasi intelijen yang paling signifikan yang pernah diperoleh negara kita.”

Der Spiegel mengatakan TAO mempunyai satu katalog peralatan teknologi-tinggi untuk kasus-kasus yang sulit dibongkar, antara lain, penggunaan kabel pada layar komputer yang sudah diubah secara khusus untuk merekam apa yang sedang diketik pada layar itu, stick USB yang secara rahasia dipasang pada pemancar radio untuk menyiarkan data yang dicuri melalui gelombang radio, dan stasiun-stasiun pangkalan palsu yang dimaksudkan untuk menyadap sinyal ponsel yang sedang beroperasi.

Menurut majalah itu, NSA tidak hanya mengandalkan peralatan mata-mata gaya James Bond. Sebagian dari serangan yang digambarkan oleh Der Spiegel memanfaatkan kelemahan dalam arsitektur Internet untuk mengirim piranti lunak jahat ke komputer-komputer tertentu.

Selain itu, majalah Der Spiegel juga mengungkapkan bahwa NSA juga memanfaatkan kelemahan dalam piranti keras atau piranti lunak yang dijual oleh beberapa dari perusahaan teknologi informasi terkemuka di dunia, antara lain, Cisco Systems, Inc, dan Huawei Technologies Ltd China.