Laporan AS Kutip 'Kelemahan' dalam Sertifikasi FAA untuk Boeing 737 MAX 

Belasan pesawa Boeing 737 MAX yang dilarang terbang tampak di Boeing Field, Seattle, Washington, 1 Juli 2019.

Menurut laporan yang dirilis pada Rabu (24/2), Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan menyalahkan "kelemahan" dalam sertifikasi pemerintah terhadap pesawat Boeing 737 MAX yang dilarang terbang selama 20 bulan setelah dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang.

Laporan setebal 63 halaman itu mengatakan Dinas Penerbangan Federal Amerika (FAA) tidak memahami sepenuhnya tentang sistem keselamatan Boeing Co yang terkait kedua kecelakaan itu.

Laporan itu juga mengatakan "masih banyak yang harus dilakukan" untuk mengatasi masalah yang belum terselesaikan. Laporan itu juga mengutip "kelemahan manajemen dan pengawasan."

FAA setuju menerapkan seluruh 14 rekomendasi dalam laporan itu dan mengatakan "telah membuat kemajuan substansial menuju implementasi reformasi yang disampaikan dalam sejumlah rekomendasi itu."

Boeing mengatakan telah "melakukan perubahan signifikan untuk memperkuat praktik keselamatan, dan membuat kemajuan" terhadap rekomendasi yang diuraikan dalam laporan itu. Laporan itu mencatat "contoh di mana teknisi perusahaan yang sama mengerjakan desain tertentu dan kemudian menyetujui desain itu" sebagai karyawan Boeing yang melakukan tugas sertifikasi untuk FAA.

Laporan itu menambahkan FAA perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan personel yang melakukan tugas sertifikasi "cukup independen." Itu adalah laporan kedua dari kantor inspektur jenderal tentang kecelakaan fatal itu. Yang pertama, dikeluarkan pada Juni lalu, mengungkapkan Boeing tidak mengirim dokumen ke FAA.

Pada Desember, Kongres mengeluarkan undang-undang yang mereformasi cara FAA mensertifikasi pesawat, terutama praktik yang sudah lama berjalan: mendelegasikan beberapa tugas sertifikasi kepada produsen. [ka/lt]