Langgar Aturan Anti Doping, Rusia Dilarang Bertanding di Olimpiade Pyeongchang

  • Henry Ridgwell

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach (kiri) mengumumkan larangan bagi Rusia untuk bertanding di Olimpiade Pyeongchang, di Lausanne, Swiss pada hari Selasa (5/12) malam.

Komite Olimpiade Internasional (IOC), Selasa (5/12), melarang Rusia bertanding sebagai negara dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, karena kasus doping. Namun atlet Rusia secara individual bisa bertanding sebagai “atlet Olimpiade dari Rusia.”

Rusia telah dilarang berkompetisi di Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan. Setelah penyelidikan selama tujuh belas bulan, Komite Olimpiade Internasional atau IOC memutuskan bahwa Moskow telah dengan sengaja memanipulasi program anti-doping global melalui sebuah konspirasi yang disponsori negara. Pejabat Rusia marah atas keputusan itu dan menuduh IOC melakukan kampanye anti-Rusia.

Menjelang keputusan IOC, tim hoki es di Rusia memasang video di internet dengan pesan: "Kami ingin pergi ke Olimpiade!" Tapi protes mereka sia-sia belaka.

Meskipun membuat marah banyak orang Rusia, presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengumumkan larangan tersebut pada Selasa (5/12) malam.

"Manipulasi sistem anti-doping di Rusia ini merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap integritas Olimpiade, jadi inilah mengapa dewan eksekutif IOC hari ini memecat Komite Olimpiade Rusia dengan segera," kata Thomas Bach.

Lebih dari dua puluh atlet Rusia telah dilarang setelah tes doping pada Olimpiade Sochi 2014.

IOC memutuskan bahwa atlet Rusia yang bisa membuktikan bahwa mereka bersih dapat bersaing di Olimpiade Musim Dingin 2018 di bawah bendera Olimpiade. Ketua Komite Olimpiade Rusia Alexander Zhukov menyuarakan optimisme bahwa larangan tersebut akan menyudahi skandal ini.

Zhukov mengatakan, "Diasumsikan bahwa pada hari terakhir Olimpiade di Pyeongchang, semua larangan terhadap Komite Olimpiade Rusia akan dicabut dan atlet Rusia dapat tampil di bawah bendera Rusia bersama dengan atlet dunia lainnya."

Zhukov telah diskors sebagai anggota IOC. Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko telah dilarang berpartisipasi dalam Olimpiade pada masa depan. Sebagai Menteri Olahraga, Mutko dituduh mengawasi program doping Sochi.

IOC tidak sepenuhnya melarang Rusia untuk Olimpiade Rio 2016.

Keputusan IOC berisiko memalukan badan olah raga lainnya. Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko yang tercemar tersebut saat ini memimpin penyelenggara Piala Dunia FIFA 2018, yang akan diselenggarakan di Rusia pada musim panas mendatang. [as]