Korut Tuduh Korsel Dorong Diplomatnya Membelot

Berita di TV menunjukkan, Thae Yong Ho, diplomat tinggi di Kedutaan Korea Utara di London yang membelot ke Korea Selatan Agustus lalu (foto: dok).

Pyongyang menuduh Korea Selatan telah meningkatkan usaha mendorong pembelotan oleh warga Korea Utara di luar negeri, terutama para diplomat.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara hari Kamis (22/12) menuduh Korea Selatan melakukan “teror politik” dengan meningkatkan usaha untuk mendorong pembelotan oleh warga Korea Utara di luar negeri, terutama para diplomat.

Ju Wang Hwan, seorang pejabat kementerian yang bekerja dalam Institut Perlucutan Senjata dan Perdamaian, mengatakan para diplomat Korea Utara di seluruh dunia telah menerima email dengan lampiran yang memuat artikel yang kelihatannya dari media pemerintah Korea Utara. Ia mengatakan artikel itu telah diubah untuk membingungkan dan mempengaruhi pembaca yang menjadi sasarannya dengan “memfitnah dengan jahat pemimpin tertinggi kami dan tata sosialis kami.”

“Ini jelas teror politik, yang berusaha menyebabkan kekacauan social dan pertumpahan darah di dalam negara berdaulat,” kata Ju dalam wawancara di Pyongyang.

Dalam pernyataan yang panjang yang dimuat oleh kantor berita Korea Utara hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Utara juga menuduh agen-agen Korea Selatan menelpon dan mengikuti para diplomatnya dalam usaha untuk mendorong mereka membelot.

Jeong Joon-Hee, juru bicara Kementerian Unifikasi Seoul, membantah klaim Korea Utara itu dengan menyebutnya tidak berdasar dan propaganda yang tidak benar.

Beberapa pembelotan yang diberitakan luas telah terjadi tahun ini. Sekelompok perempuan Korea Utara yang bekerja dalam sebuah restoran di Tiongkok membelot bulan April, tetapi pihak berwenang Pyongyang berkeras mengatakan mereka diculik dengan paksa.

Wakil dutabesar Korea Utara di London, Thae Yong Ho, juga membelot ke Korea Selatan tahun ini. Ia adalah pejabat paling tinggi yang mengakui secara terbuka telah membelot salam beberapa tahun ini. Pyongyang tidak menyangkal pembelotannya, tetapi menuduhnya melarikan diri dari kejahatan seksual dan keuangan. [gp]