Korut Kecam Sanksi PBB Terkait Peluncuran Roket

Warga menyaksikan pimpinan Korea Utara Kim Jong-un memberi pernyataan terkait sanksi DK PBB terkait peluncuran roketnya, melalui sebuah layar televisi di sebuah stasiun kereta Seoul, Korea Utara (23/1).

Korea Utara menanggapi resolusi PBB terkait nuklir dengan menyatakan negaranya bertekad untuk meningkatkan kekuatan militer dan tidak bersedia lagi mengadakan pembicaraan.
Dewan Keamanan PBB telah memerintahkan sanksi yang lebih keras terhadap Korea Utara atas peluncuran roketnya bulan Desember, yang segera mendatangkan sikap yang membangkang dari Pyongyang dan memberi indikasi bahwa Korea Utara akan mengadakan lagi percobaan nuklir.

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu hari Selasa mendukung dengan suara bulat untuk mengutuk peluncuran itu sebagai percobaan peluncuran misil balistik yang dilarang oleh sanksi PBB yang berlaku. Resolusi itu juga mengancam akan mengambil tindakan yang berarti kalau Pyongyang melakukan lagi peluncuran atau percobaan.

Korea Utara segera menanggapinya, dengan mengatakan Korea Utara tidak lagi mengadakan pembicaraan mengenai penghapusan nuklir. Korea Utara juga bertekad untuk meningkatkan militernya dan penangkal nuklir, pernyataan yang ditafsirkan banyak kalangan sebagai ancaman untuk melakukan lagi percobaan nuklir.

Pyongyang telah dua kali sebelumnya melakukan percobaan nuklir setelah sanksi PBB yang dikenakan setelah peluncuran roket jarak-jauh. Foto-foto satelit baru-baru ini menunjukkan Korea Utara kemungkinan bersiap-siap untuk melakukan percobaan yang ketiga.