Korea Selatan Laporkan Korban Tewas akibat MERS ke-16

Petugas kesehatan Korea Selatan mengenakan masker di Seoul, untuk mencegah penularan virus MERS (foto: dok).

Departemen Kesehatan Korsel Senin (15/6) melaporkan korban tewas ke-16 akibat wabah MERS, sementara total jumlah kasus MERS naik menjadi 150, dengan 17 pasien dalam kondisi parah.

Korea Selatan melaporkan kematian ke-16 hari Senin (15/6) dan lima infeksi baru merebaknya Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau MERS.

Departemen Kesehatan mengatakan jumlah total kasus, termasuk 16 kematian tadi, naik menjadi 150, dengan 17 pasien dalam kondisi parah.

Sejauh ini, semua infeksiterjadi di fasilitas-fasilitas medis, dan mereka yang meninggal dunia telah memiliki masalah kesehatan sebelumnya, seperti diabetes.

Salah satu rumah sakit paling bergengsi dan yang terbesar di Korea Selatan yaitu di ibukota Seoul, sebagian telah menghentikan operasi pada hari Senin, setelah virus mematikan itu mulai menyebar di fasilitas tersebut.

Kepala Rumah Sakit Samsung, Lagu Jae–hoon, mengatakan pada konferensi pers yang disiarkan televisi pada hari Minggu, bahwa rumah sakit itu akan menangguhkan semua operasi non-darurat dan tidak menerima lagi pasien baru.

Dia mengatakan, tidak ada pengunjung akan diizinkan masuk, dan menambahkan bahwa ia akan memutuskan pada tanggal 24 Juni apakah akan melanjutkan penangguhan operasi.

Sebuah tim ahli WHO mengatakan hari Sabtu bahwa meskipun jumlah infeksi MERS menurun, wabah itu menyebar "luas dan rumit," dan diduga lebih banyak kasus akan muncul.