Korea Utara Buka Pintu untuk Pelari Marathon Asing

Para pelari mulai bergerak dari garis start di Stadion Kim Il Sung dalam lomba lari tahunan "Mangyongdae Prize International Marathon" di Pyongyang, Korea Utara 13 April 2014 tahun lalu (Foto: dok).

Setelah mencabut batasan bepergian karena prihatin akan virus Ebola, Korea Utara kini buka pintu bagi orang asing untuk ikut dalam acara maraton tahunan Pyongyang, salah satu acara wisata paling populer negara itu.

Walaupun tidak ada kasus Ebola dilaporkan, Korea Utara melarang turis masuk Oktober lalu, termasuk penetapan bahwa hanya pelari dalam negeri yang boleh ikut maraton bulan April mendatang.

Tetapi biro perjalanan “Uri Tours,” salah satu perusahaan yang membawa wisatawan ke Korea Utara, menyatakan dalam situsnya hari Kamis, pihak berwenang Korea Utara telah "memutuskan membuka pintu bagi para pelari amatir asing untuk berlomba dalam Maraton Pyongyang 2015."

Pendaftaran bagi marathon tanggal 12 April itu diperpanjang hingga 20 Maret. Dikenal resmi sebagai “Mangyongdae Prize International Marathon,” perlombaan tersebut dilaksanakan secara tahunan selama 27 tahun, bersama serangkaian pertandingan olahraga serta berbagai festival seni dan budaya lainnya.

Perhelatan itu sekalian merayakan ulangtahun pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, pada tanggal 15 April. Puluhan ribu turis China datang setiap tahun, tetapi wisatawan dari negara-negara lain lebih jarang.