Korea Utara Bebaskan Kapal China dan Awaknya

Kapal nelayan China berlayar dekat Pulau Gal di Korea Utara. (Foto: Dok)

Kapal China yang dibajak Korea Utara pada 6 Mei untuk dimintai tebusan telah dibebaskan berikut para awaknya.
Para pejabat di Beijing mengatakan 16 nelayan China yang disandera untuk dimintai tebusan di Korea Utara telah dibebaskan.

Kantor berita resmi pemerintah China, Xinhua, melaporkan perkembangan itu Selasa (21/5), dengan mengutip seorang pejabat konsuler China di Pyongyang yang mengatakan telah berbicara dengan pemilik kapal penangkap ikan itu. Pejabat itu mengatakan, para nelayan itu selamat dan sedang dalam perjalanan pulang, namun tidak merinci lebih jauh.

Pemilik kapal itu mengatakan Korea Utara menuntut uang tebusan hampir US$100 ribu untuk pembebasan kapal dan para awaknya, yang diculik 6 Mei lalu di perairan antara China dan Semenanjung Korea. Ia mengatakan, ia tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk pembebasan itu.

Masih tidak jelas pihak mana di Korea Utara yang bertanggung jawab atas penculikan itu. Xinhua mengatakan, kapal itu ditahan Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara, tapi tidak menjelaskan lebih jauh.

Insiden itu membangkitkan reaksi marah di mikroblog-mikroblog China, dan dikhawatirkan dapat memperburuk hubungan diplomatik yang sudah tegang antar kedua negara yang bersekutu itu.