Ketegangan Meningkat di Kalangan Migran di Pelabuhan Yunani

Para migran membawa barang-barang mereka memasuki kota pelabuhan Piraeus, Yunani (7/4).

Sekitar 4.700 migran diperkirakan berkemah di kota pelabuhan terbesar Yunani itu, di mana perkelahian terjadi pada hari Rabu (6/4).

Sementara Uni Eropa bersusah payah untuk mengubah rencananya mendeportasi migran gelap untuk ditukar dengan pengungsi Suriah, ketegangan meningkat di kalangan migran yang berkemah di Piraeus, kota pelabuhan Yunani, di mana pihak berwenang mendesak mereka untuk pindah ke akomodasi lainnya.

Sekitar 4.700 migran diperkirakan berkemah di kota pelabuhan terbesar Yunani itu, di mana perkelahian terjadi pada, Rabu (6/4).

Dalam insiden yang terekam kamera, sekelompok lelaki muda mengadakan protes duduk di tengah jalan, menyebabkan lalu lintas terganggu dan bentrok dengan petugas pelabuhan. Polisi menangkap sedikitnya satu lelaki yang dituduh sebagai pemimpin demonstran.

Demonstran lainnya merebut seorang bayi dan mengangkat di atas kepalanya dalam perkelahian dengan pihak berwajib. Beberapa menit kemudian, bayi itu direbut tanpa cedera dari tangan lelaki tersebut. Pihak berwenang Yunani menyatakan sedang melakukan penyelidikan.

Insiden itu terjadi dua hari setelah Uni Eropa mengirim satu kelompok terdiri dari 200 migran ilegal ke Turki untuk ditukar dengan 200 pengungsi Suriah yang berlindung di kamp-kamp pengungsi Turki. Rencana itu telah memicu keprihatinan di kalangan aktivis HAM mengenai nasib migran yang dipulangkan ke Turki dan mendorong Uni Eropa melakukan revisi terhadap rencana mengenai pengungsi itu. [uh/ab]