Kepolisian Inggris Desak Facebook Hentikan Siaran Streaming Penembakan Massal

Brenton Tarrant (tengah), pelaku penembakan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru menyiarkan aksi brutalnya lewat streaming di Facebook (foto: dok).

Berbagai pertanyaan muncul setelah orang bersenjata di Christchurch, Selandia Baru, melakukan streaming langsung sebuah video dirinya yang melaukan penembakan di sebuah masjid pada awal tahun ini. Teroris itu menewaskan 51 orang dan mencederai puluhan lainnya. Kini, kepolisian Inggris minta agar perusahaan media sosial menghentikan siaran seperti itu.

Latihan polisi di Inggris tenggara mempersiapkan penegak hukum untuk melakukan pelumpuhan penembak aktif.

Richard Smith adalah seorang komandan dari Metropolitan Police, London.

“Kami punya petugas yang sangat terampil dengan senjata api dan mendapat latihan dalam berbagai situasi berbeda guna mengidentifikasi apakah si penembak merekam dan menyiarkan video langsung dari dirinya,” ujarnya.

Pelatihan ini dilakukan menyusul serangan teror di Christchurch, Selandia Baru awal tahun ini yang di-streaming langsung lewat media sosial.

“Stres terjadi pada korban dan saudara korban setelah tahu bahwa video ini disebar-luaskan dan karena hal itu ada perhatian besar setelah serangan Christchurch,” tambah Smith.

Polisi mengatakan latihan-latihan ini selain melatih petugas juga menekankan pada kemampuan antisipasi dengan serangan berikutnya.

“Karena ini diunggah lewat Facebook, mereka bisa menciptakan algoritma yang mampu mengidentifikasi secara cepat jenis materi ini kalau diunggah ke internet dan mencegah materi ini didistribusikan lebih lanjut. Lewat kerja sama yang erat dengan Facebook, kami bisa mengurangi proliferasi materi ini di Internet. Usaha apa saja yang bisa merealisasikan hal ini adalah penting,” tukasnya.

Beberapa minggu yang lalu, seorang bersenjata di Jerman melancarkan tembakan di luar sebuah sinagoga ketika berlangsung upacara Yom Kippur. Penembak ini juga melakukan streaming langsung dari serangan yang dilakukannya itu. (jm/ii)