Kelahiran Anak Pertama Buat Pernikahan Tak Harmonis?

  • Arif Budiman

Hubungan dengan pasangan Anda dapat tetap harmonis, bila masing-masing berusaha mempertahankan keintiman.

Sebuah studi baru menunjukkan kehadiran anggota keluarga baru dapat merenggangkan ikatan erat antara pasangan suami-istri.

Kehadiran seorang anak akan mengubah kehidupan keluarga Anda selamanya. Kebahagiaan yang luar biasa biasanya melanda sang orang tua. Namun, tak jarang, kehadiran anggota keluarga baru ini dapat merenggangkan ikatan erat antara pasangan suami-istri.

Setidaknya, inilah hasil studi baru Universiy of Denver di Colorado. Studi ini mengungkapkan 90 persen pasangan menikah ternyata mengalami penurunan kepuasan dalam pernikahan, segera setelah anak pertama mereka lahir.

Dr. Ian Kerner, seorang konsultan hubungan perkawinan, dan penulis buku populer “She Comes First,” setuju dengan hasil studi ini. Dr. Kerner mengatakan, “Banyak orang mengira, dengan memiliki anak, mereka memasuki masa paling bahagia. Namun studi menunjukkan, pada banyak pasangan, kehadiran anak menurunkan kepuasan hubungan.”

Tapi sebetulnya, kata Dr. Kerner, keadaan ini bisa dihindari seandainya pasangan berusaha mempertahankan keintiman. Dan, ini bukan cuma urusan di kamar tidur.

“Ketika Anda punya anak, seluruh perhatian biasanya tercurah pada anak dan Anda melupakan pasangan Anda. Padahal, kalau Anda memeluk pasangan Anda sekitar 20 detik saja, kadar hormon oksitosin akan meningkat. Hormon ini akan meningkatkan rasa keterikatan,” ujar Dr. Kerner.

Sesekali Anda juga bisa menetapkan suatu malam sebagai malam kencan, tanpa dipusingkan urusan anak. Dr. Kermer mengingatkan kepada para pasangan, “Kencan itu penting, tapi (sayangnya) banyak orang melupakannya. Anda harus bisa meluangkan waktu dan tenaga untuk melakukan hal-hal yang menggairahkan hubungan.”

Yang tak kalah penting, kata Dr Kerner, adalah melakukan hubungan intim sedikitnya sekali sepekan. Jangan pernah beralasan Anda terlalu lelah untuk melakukan hal yang satu ini.