Kekerasan Militan Tewaskan 5 Anggota Pasukan Keamanan Pakistan

Seorang tentara Pakistan bersiaga di luar Sekolah Pelatihan Polisi Baluchistan, di Quetta usai serangan militan, 25 Oktober 2016.

Pihak berwenang di Pakistan mengatakan sebuah penyerbuan anti-terorisme dan beberapa ledakan bom telah menewaskan sedikitnya lima personel keamanan dan melukai tujuh orang.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/11) di Provinsi Baluchistan dan Khyber Pakhtunkhwa (KP). Media yang dikelola angkatan bersenjata mengatakan dalam pernyataan bahwa pasukan keamanan melancarkan sebuah operasi di Kota Turbat, Baluchistan “berdasarkan informasi intelijen mengenai kehadiran para teroris yang didukung pihak luar" di sana.

Bentrokan yang terjadi sesudahnya menewaskan dua tentara dan menimbulkan "banyak korban" militan. Menurut pernyataan itu, seorang tentara lain tewas dalam sebuah "insiden terkait" ketika membersihkan bom-bom yang ditanam teroris di sepanjang rute yang sering dilewati warga sipil.

Sebelumnya, sebuah ledakan bom pinggir jalan di pinggiran Quetta, Ibu Kota Baluchistan, melukai sedikitnya seorang polisi dan enam warga sipil, termasuk perempuan.

Seorang polisi mengatakan kepada media setempat bahwa bahan-bahan peledak itu dipasang di sebuah motor yang diparkir. Bom-bom itu menarget sebuah patroli polisi.

Belum ada yang mengklaim tanggung jawab. Para militan Islami dan para separatis Baluch sama-sama beroperasi di Baluchistan. Secara terpisah, para pejabat di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan dua polisi tewas ketika bom pinggir jalan mengenai patroli rutin mereka pada Sabtu (13/11) pagi di distrik Bajaur dekat perbatasan Afghanistan. Belum ada yang mengklaim tanggung jawab atas pemboman itu. [vm/ft]