Kecelakaan Pesawat Picu Isu Keamanan Penerbangan Iran

Anggota garda revolusi dan polisi Iran memeriksa lokasi kecelakaan pesawat Antonov-24 di Teheran, Iran (10/8).

Sedikitnya 39 orang tewas ketika sebuah pesawat penumpang Iran jatuh di pinggiran Teheran beberapa saat setelah lepas landas hari Minggu (10/8) pagi.

Sebuah pesawat penumpang Iran produksi industri lokal mengalami kecelakaan sesaat setelah lepas landas di Tehran hari Minggu (10/8), menewaskan 39 orang dan memunculkan kembali isu tentang keamanan sektor penerbangan Iran yang kekurangan anggaran dan mengalami kesulitan akibat sanksi internasional.

Presiden Hassan Rouhani menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan penyelidikan segera. Pesawat sejenis yang dioperasikan oleh operator Iran akan dilarang untuk terbang, sampai probe selesainya investigasi menyeluruh, kata Rouhani.

Pihak berwenang mengatakan pesawat jatuh di sebuah jalan dekat bandara Mehrabab – Teheran, hanya beberapa saat setelah lepas landas Minggu pagi.

Pesawat Antonov-140 buatan Iran itu dioperasikan oleh maskapai Sepahan Air dan sedianya akan menuju ke Tabas – sebuah kota di Iran Timur.

Beberapa laporan sebelumnya mengatakan seluruh penumpang yang berjumlah 40 orang dan 8 awak pesawat tewas, tetapi kemudian pihak berwenang mengatakan sembilan orang selamat dalam kecelakaan itu.

"Kita harus bersyukur kepada Tuhan, karena pilot telah melakukan yang terbaik dengan mengarahkan jatuhnya pesawat agar jauh dari lokasi permukiman, dan untungnya pesawat tidak jatuh di tengah rumah penduduk. Jika itu terjadi, kita akan mengalami kecelakaan yang jauh lebih buruk," kata Jalal Maleki, seorang juru bicara petugas pemadam kebakaran di Teheran.