Kandidat Capres AS dari Partai Republik Bahas Islam, Kuba, Iklim 

Debat kandidat Capres AS dari partai Republik di Fox Theatre, Detroit, 3 Maret 2016 (Foto: dok). Dari kiri: Senator Marco Rubio (Florida), Donald Trump (pengusaha), Senator Ted Cruz (Texas), Gubernur John Kasich (Ohio).

Islam radikal, kebijakan luar negeri dan perdagangan termasuk di antara berbagai isu yang diperdebatkan dengan cukup sopan oleh empat bakal calon presiden AS dari Partai Republik sebelum pemilihan pendahuluan Selasa depan.

Dalam diskusi panjang terkait ancaman yang ditimbulkan oleh Muslim radikal, Donald Trump mempertahankanklaimnya bahwa "banyak" Muslim membenci Amerika dan mengatakan ia akan mempertimbangkan mengirim hingga 30.000 tentara darat AS untuk memerangi militan Negara Islam atau ISIS di Timur Tengah.

Trump ditanya tentang pernyataannya dalam sebuah wawancara pekan ini bahwa "Islam membenci kita." Ketika ditanya selama perdebatan apakah ia mengacu pada semua Muslim, Trump menjawab, "Maksud saya banyak dari mereka." Dia mengaku tidak mau menghindari pernyataan demikian hanya karena ingin "benar secara politik."

Saingannya, Marco Rubio menjawab dengan tajam, "Saya tidak ingin benar secara politik. Saya ingin benar." Senator Florida itu mengatakan satu-satunya cara untuk menghadapi Islam radikal adalah bersekutu dengan umat Islam yang tidak radikal. Dan dia memperingatkan bahwa "Presiden tidak bisa berbicara semaunya karena memiliki konsekuensi di seluruh dunia."

Senator Texas Ted Cruz mengkritik apa yang disebutnya solusi sederhana Trump mengenai perdagangan dan ekstremisme kekerasan, mengatakan "Jawabannya tidak hanya berteriak 'China jahat. Muslim jahat."

Hubungan dengan Kuba juga menimbulkan perdebatan sengit, dengan Rubio dan Cruz mengecam hubungan diplomatik yang mulai hangat antara Washington dan Havana.

Rubio menyebut syarat-syarat untuk menyetujui hubungan yang lebih kuat dengan Kuba: "Kuba melakukan pemilu yang bebas, Kuba berhenti memasukkan orang ke penjara karena menyuarakan pendapat, Kuba memiliki kebebasan pers." Hanya berdasarkan kondisi-kondisi itu dan beberapa lainnya, termasuk Kuba mengakhiri kerjasama spionase dengan China dan Rusia, katanya, Amerika Serikat boleh memiliki hubungan dengan Kuba.

Gubernur Ohio John Kasich, yang tertinggal dalam jumlah suara, enggan terlibat dalam pertengkaran tapi berhasil mempertahankan sikapnya terkait undang-undang perubahan iklim. Ia mengatakan yakin aktivitas manusia berkontribusi terhadap perubahan iklim, dan bersikeras bahwa masih mungkin untuk membuat peraturan lingkungan yang ketat tanpa merusak perekonomian.

Rubio menjawab bahwa tidak ada UU yang disahkan Kongres yang bisa mengubah cuaca.

Ini adalah perdebatan terakhir di antara kandidat Partai Republik sebelum pemilihan pendahuluan penting dan kaukus Selasa depan. Kampung halaman Rubio, Florida, dan negara bagian asal Kasich, Ohio, adalah dua dari pemilihan pendahuluan terbesar hari itu, bersama dengan North Carolina, Illinois, dan Missouri. [as/uh]