Pemerintah Jerman, Rabu (10/6), sepakat untuk menggelar strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi dan pemanfaatan hidrogen sebagai bagian dari rencana memangkas emisi gas rumah kaca negara itu.
Sementara hidrogen saat ini diproduksi pada umumnya dari bahan bakar fosil, pemerintah kali ini berencana untuk mendorong produksinya dari surplus listrik tak termanfaatkan (excess electricity) yang dihasilkan sumber-sumber energi terbarukan.
Para pakar mengatakan, apa yang disebut hidrogen hijau atau hidrogen ramah lingkungan ini, dapat membantu mengatasi masalah suplai energi yang berfluktuasi dari sinar matahari dan tenaga angin, serta menggantikan bahan bakar fosil dalam proses industri yang memerlukan temperatur tinggi seperti baja.
Pemerintah berencana menginvestasikan 10,2 miliar dolar untuk mendorong produksi dan penggunaan hidrogen, termasuk 2,3 miliar dolar untuk proyek-proyek di negara-negara berkembang.
Menteri Perhubungan Jerman Andreas Scheuer mengatakan ke Funke Media, pemanfaatan luas hidrogen seperti untuk mesin-mesin bertenaga hidrogen pada bus dan truk sangat diperlukan jika Jerman ingin memenuhi target pemangkasan emisinya di sektor transportasi.
Kanselir Angela Merkel mendukung target nasional untuk menghapuskan emisi gas rumah kaca di Eropa menjelang tahun 2050 untuk memenuhi target mempertahankan pemanasan global di bawah dua derajat Celsius pada akhir abad ini. [ab/uh]