Jerman dan Belanda Tangkap Pelaku Teror, Denmark Perluas Penyelidikan Teror

  • Associated Press

Seorang polisi Denmark berjaga di depan pengadilan di Frederiksberg, Kopenhagen, Denmark, saat sidang konstitusi 14 Desember 2023. (Emil Nicolai Helms / Ritzau Scanpix / AFP)

Denmark menahan dua orang dan menyelidiki empat lainnya atas tuduhan terorisme, kata seorang jaksa penuntut pada hari Jumat (15/12). Langkah Denmark ini bertepatan dengan kasus penangkapan satu orang di Belanda, dan beberapa orang lainnya di Jerman, yang diduga anggota Hamas.

Meskipun Denmark belum mengatakan apakah penangkapan dan penyelidikan itu terkait dengan Hamas, pihak berwenang di Jerman mengatakan bahwa tiga orang yang ditangkap di sana diduga sedang mempersiapkan serangan terhadap lembaga-lembaga Yahudi di Eropa.

Pihak berwenang Denmark mengatakan bahwa satu orang ditangkap di Belanda, namun tidak jelas apakah ada kaitannya dengan penyelidikan Hamas di Jerman.

Kedua tersangka yang ditahan di Denmark diperintahkan untuk tetap berada dalam tahanan praperadilan hingga 9 Januari. Keberadaan empat tersangka lainnya, dan apakah masih ada pencarian terhadap mereka, belum diketahui.

Kepala inspektur polisi dan kepala operasional PET Flemming Drejer (kanan) dan inspektur polisi senior dan kepala layanan darurat di Polisi Kopenhagen Peter Dahl dalam konferensi pers di kantor polisi Kopenhagen, Denmark, 14 Desember. 2023. (Martin Sylvest/Ritzau Scanpix via AP)

Pada hari Kamis, badan intelijen Denmark PET, mengumumkan penangkapan tiga orang karena dicurigai berencana melakukan “aksi teror.” Salah satu dari mereka dibebaskan, kata jaksa Anders Larsson pada Jumat pagi setelah sidang mengneai penahanannya sepanjang malam di pengadilan Kopenhagen. Namun ia enggan menyebutkan apakah orang yang dibebaskan tersebut masih berstatus tersangka.

Larsson juga mengatakan bahwa empat orang lainnya ditahan dalam “penahanan in-absentia praperadilan,” namun ia tidak mengatakan apakah pihak berwenang mengetahui keberadaan mereka atau apakah perburuan aktif sedang berlangsung. Namun, ia mengatakan tanpa menjelaskan lebih lanjut bahwa “masih ada orang yang buron.”

Tak satu pun dari tersangka dapat diidentifikasi karena perintah pengadilan dan sidang penahanan diadakan di balik pintu tertutup yang berarti tidak ada rincian yang tersedia tentang kasus tersebut.

Jaksa penuntut Jerman menuduh bahwa ketiga pria yang ditahan di Jerman pada hari Kamis ditugaskan untuk menemukan gudang senjata bawah tanah Hamas yang sebelumnya didirikan di Eropa, dan mengatakan bahwa “senjata-senjata itu akan dibawa ke Berlin dan disimpan dalam kondisi siaga untuk digunakan dalam serangan terhadap institusi-institusi Yahudi di Eropa.” [ab/uh]