Jepang Terus Berjuang Selamatkan Sandera ISIS

Video yang menampilkan dua warga Jepang sandera ISIS, Kenji Goto (kiri) dan Haruna Yukawa ditayangkan melalui siaran berita di Tokyo (23/1).

Hidup wartawan freelance, Kenji Goto dan kontraktor Haruna Yukawa tidak diketahui sehari setelah habisnya tenggat waktu untuk melepaskan mereka. Tidak ada pernyataan apapun dari pihak penangkap.

Jepang hari Sabtu (24/1) berjanji untuk “tidak menyerah” berjuang menyelamatkan dua warganya yang disandera oleh militan negara Islam (ISIS), setelah habis tenggat waktu untuk membayar uang tebusan.

Hidup wartawan freelance, Kenji Goto dan kontraktor Haruna Yukawa tidak diketahui sehari setelah habisnya tenggat waktu untuk melepaskan mereka. Tidak ada pernyataan apapun dari pihak penangkap.

Militan ISIS mengancam akan membunuh ke-2 sandera itu, jika mereka tidak menerima uang tebusan 200 juta dolar dalam 72 jam, yang bagi Jepang berarti hari Jumat pukul 2:50 siang.

Wakil Menlu Jepang, Yasuhide Nakayama, yang mengepalai upaya penyelamatan dua warga negaranya keluar dari Amman, ibukota Yordania, mengatakan kepada para wartawan. “Sangat sulit untuk membebaskan mereka, meskipun dari berbagai jalan. Kami memusatkan pada informasi yang teliti berulang kali. Kami tidak akan menyerah dan akan membawa mereka pulang,” jelasnya.

Militan ISIS mengeluarkan video minggu ini, di mana Goto dan Yukawa, berlutut di padang pasir, diancam akan dibunuh oleh seorang pria dengan aksen Inggris British.

Kelompok jihad yang menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah, di bawah hukum Islam yang keras, telah memenggal kepala lima warga Barat, tiga Amerika dan dua Ingrris, sejak Agustus tahun lalu, tetapi ini yang pertama kalinya mereka mengancam warga Jepang tawanannya.