Jaksa: Penyerang Markas Polisi Paris Mungkin Terkait Kelompok Salafi

  • Associated Press

Polisi dan tentara bersenjata berpatroli setelah insiden penyerangan di markas polisi di Kota Paris, Perancis, 3 Oktober 2019.

Jaksa penuntut mengatakan pelaku serangan dengan pisau yang mematikan di Markas Polisi di Paris kemungkinan punya kontak dengan gerakan Islam ultrakonservatif.

Dilansir oleh kantor berita Associated Press, dalam sebuah konferensi pers, Jean-Francois Ricard mengatakan, pegawai sipil itu, yang menewaskan empat rekannya pada Kamis (3/10) “kemungkinan punya kontak dengan anggota gerakan Salafi.”

Ricard mengatakan, meskipun penyerang belum pernah dihukum, tetapi dia pernah dituduh dengan kekerasan domestik sepuluh tahun yang lalu.

Istri penyerang, berada dalam tahanan sampai Senin (7/10). Kata Ricard, dia bertukar 33 pesan teks dengan suaminya tentang Islam pada jam-jam menjelang serangan.

Penyerang bekerja untuk polisi Paris sejak 2003. Pelaku tidak punya masalah kejiwaan dan beralih memeluk Islam sejak 18 bulan yang lalu. [jm/ft]