Jaga Privasi Perangkat Mobile Anda

Demonstran menyalakan senter hp mereka ketika memblokir gedung-gedung pemerintah di Hong Kong 1 Oktober 2014.

Telah banyak petunjuk yang ditujukan bagi pengguna komputer agar terus proaktif menjaga privasi mereka dan agar komputer mereka bebas virus. Kebiasaan seperti mengganti password, meng-update software, menggunakan anti-virus dan enkripsi atau sandi bila memungkinkan, disebut sebagai "kesehatan web yang baik.”

Tapi dengan semakin meningkatnya penggunaan ponsel dan gadget lain, pengguna perangkat tersebut seringkali lupa melakukan kebiasaan tersebut di dunia digital mobile, dan menyebabkan banyak orang yang rentan terhadap kejahatan.

Contohnya bisa dilihat pada kasus protes “Occupy Central” di Hong Kong pada musim gugur 2014, ketika peretas China membanjiri ponsel demonstran dengan berbagai malware atau program jahat.

Beberapa produsen ponsel telah mengambil langkah untuk mengatasi kesenjangan keamanan ini.

Contohnya, Apple kini secara otomatis menawarkan enkripsi end-to-end untuk iMessage dan FaceTime, dan juga menawarkan berbagai layanan dan aplikasi enkripsi.

Tapi sebagian besar analis keamanan mengatakan langkah-langkah ini tidak cukup, dan pengguna ponsel dan tablet di seluruh dunia harus meningkatkan tanggung untuk menjaga agar mereka tetap aman di dunia nirkabel.

Passcode

Langkah pertama adalah perangkat itu sendiri.

Versi terakhir OS atau sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan, Andorid milik Google, iOS milik Apple dan Windows Phone milik Microsoft, sudah menyediakan pilihan enkripsi lengkap. Bisa diaktifkan dengan cara yang berbeda-beda, tapi biasanya pengguna membuat passcode yang harus mereka masukkan setiap kali ingin menyalakan atau membuka ponsel mereka.

Begitu sandi diterapkan dan dikaitkan dengan passcode tertentu, semua data di perangkat tersebut akan terenkripsi dan tidak bisa dibaca tanpa passcode.

Ini artinya para pengguna harus menggunakan kode yang sulit untuk dipecahkan. Kode sederhana yang terdiri dari empat angka tidak terlalu berguna; kode 15 karakter yang menggunakan angka, huruf besar dan kecil dan simbol akan sulit untuk diretas.

Mengunduh Apps, menghapus dari jarak jauh

Para pengguna harus berhati-hati kapan dan di mana mereka mengunduh aplikasi atau dokumen dengan lampiran. Aplikasi yang diunduh dari iTunes milik Apple atau Play Store milik Google umumnya aman, tapi mengunduh dari layanan lain bisa beresiko. Seperti umumnya, tidak disarankan mengunduh lampiran dari email bila Anda tidak mengharapkan lampiran tersebut.

Paket anti-virus tersedia untuk ponsel, tapi analis keamanan mempunyai pandangan yang berbeda tentang apakah software anti-virus diperlukan untuk ponsel. Yang disarankan adalah para pengguna ponsel menginstal aplikasi “remote-wipe” yang memungkinkan mereka menghapus data ponsel dari jarak jauh, bila ponsel tersebut dicuri.

WiFi aman

Ponsel biasanya terhubung dengan internet dengan dua cara: layanan telepon nirkabel dan jaringan area lokal nirkabel atau LAN-nirkabel, untuk Internet dan data. Tablet biasanya hanya menggunakan LAN-nirkabel. Penggunaan layanan telepon nirkabel dan LAN-nirkabel rentan terhadap resiko keamanan, tapi resiko itu bisa dikurangi.

Ketika terhubung dengan LAN-nirkabel menggunakan WiFi, para pengguna harus memilih layanan dengan hati-hati. Di daerah perkotaan yang padat, biasanya ponsel bisa menemukan 20 atau lebih layanan WiFi dengan kekuatan sinyal yang mencukupi. Bila memungkinkan, para pengguna sebaiknya hanya menggunakan layanan WiFi yang aman; yang mengharuskan pengguna memasukkan password untuk mengakses jaringan tersebut.

Layanan WiFi gratis dan terbuka untuk umum, yang tersedia untuk semua orang tanpa mengharuskan passcode, harus dihindari sama sekali bila memang memungkinkan. Terlalu mudah bagi orang yang berniat jahat yang menggunakan WiFi itu untuk mengakses data orang lain yang juga menggunakan jaringan tersebut.

SMS

Pesan teks (SMS), yang dikirimkan oleh layanan telepon, biasanya cukup aman (walaupun tidak sepenuhnya aman) dari ancaman. Tapi dengan panggilan telepon, bisa disadap oleh pihak ketiga.

Ada berbagai app yang tersedia yang dirancang untuk menjaga agar pesan teks tetap privat dan aman. WhatsApp adalah salah satu app terpopuler di dunia, yang digunakan oleh sekitar 700 juta pengguna di seluruh dunia, pengguna terbesarnya adalah orang yang tinggal di India dibandingkan dengan negara-negara lain.

App tersebut tidak menggunakan layanan ponsel, tapi langsung menggunakan Internet untuk mengirimkan dan menerika teks, foto dan video dengan aman dalam bentuk “chats.” Daya tarik lain app tersebut adalah mudah digunakan dan murah, dengan biaya $1 per tahun.

Induk perusahannya, Facebook, mengatakan sesi chat WhatsApp sepenuhnya aman; tapi berbagai akses terlarang ke app tersebut di awal tahun 2010 menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung privasi.

App enkripsi

Mereka yang sangat peduli dengan keamanan telah pindah ke TextSecure, app teks terenkripsi dari open source yang dibuat oleh Whisper Systems, perusahaan keamanan data yang didukung oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden. App tersebut menyediakan enkripsi end-to-end bagi para pengguna.

Teknisi Whisper Systems mengatakan selain enkripsi tersebut, app itu juga menyediakan sistem verifikasi untuk mencegah serangan dari pihak ketiga.

Whisper Systems juga mempunyai app untuk mengamankan panggilan telepon mobile. Diberi nama RedPhone, app tersebut ditujukan awalnya khusus bagi mereka yang hidup di bawah pemerintahan yang represif yang secara rutin menyadap dan memonitor panggilan telepon.

RedPhone menggunakan Internet untuk enkripsi percakapan dengan suara dua arah antara dua pengguna RedPhone. Selain itu, dua kata yang cocok tampil di ponsel kedua pengguna ketika panggilan dilakukan, memungkinkan pengguna memverifikasi hubungan yang aman dan terenkripsi. RedPhone terbukti sangat populer di berbagai negara, termasuk Venezuela dan Mesir.

Aplikasi lainnya yang juga populer, Ostel, adalah hasil dari Guardian Project, sebuah usaha kerjasama untuk mengembangkan aplikasi yang menjamin keamanan privasi pengguna. Seperti RedPhone, Ostel menggunakan VoIP (“Voice over Internet Protocol”) untuk enkripsi end-to-end antara pengguna Ostel; keuntungan tambahan tanpa biaya tambahan untuk panggilan jarak jauh atau internasional.

Bagi pengguna yang menginginkan keamanan Internet yang telah terbukti untuk perangkat mobile Android mereka, dan tidak keberatan dengan kecepatan yang sedikit berkurang, ada Orbot. Ini adalah Tor untuk perangkat mobile, dan seperti rekan online-nya, mengirimkan semua data teks, Internet dan email melalui serangkaian komputer acak.

Seperti Tor, Orbot memberikan perlindungan privasi terbaik, tapi dengan biaya. Karena data pengguna dikirimkan melalui serangkaian pengalihan node di jaringan Tor, Orbot bisa sangat memperlambat pengunggahan atau penguduhan. App ini tidak untuk semua orang, tapi bagi mereka yang ingin tetap anonim, app ini yang terbaik yang ada saat ini.