Iran Tuduh Amerika Tidak Berperikemanusiaan

Kapal pengangkut bantuan kemanusiaan "Iran Shahed" (Foto: dok).

Kantor berita setengah resmi Iran ILNA mengabarkan, keputusan pemerintahan Trump memperluas daftar perlengkapan kedokteran yang memerlukan izin dari pemerintah Federal Amerika sebelum diekspor ke Iran oleh Iran dicap ‘sebagai tidak berperikemanusiaan’.

Kabar itu disiarkan ILNA hari Jumat (3/2) dengan mengutip direktur Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Iran, Rasoul Dinarvand mengatakan perluasan itu ‘tidak berprikemanusiaan’. Menurut Dinarvand perlengkapan itu untuk keperluan diagnosa dan pengobatan.

Departemen Keuangan Amerika belum lama ini memodifikasi daftar itu membuat perlengkapan dimaksud harus mendapat izin sebelum boleh dijual kepada Iran.

Pemerintahan Obama melonggarkan sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari Perjanjian Nuklir tahun 2015 termasuk penjualan banyak perlengkapan kedokteran antaranya perlengkapan yang digunakan untuk pengobatan nuklir dengan kemungkinan dapat digunakan untuk program senjata atom.

Kantor berita setengah resmi Iran ILNA mengabarkan, keputusan pemerintahan Trump memperluas daftar perlengkapan kedokteran yang memerlukan izin dari pemerintah Federal Amerika sebelum diekspor ke Iran oleh Iran dicap ‘sebagai tidak berprikemanusiaan’.

Kabar itu disiarkan ILNA hari Jumat dengan mengutip direktur Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Iran Rasoul Dinarvand mengatakan perluasan itu ‘tidak berprikemanusiaan’. Menurut Dinarvand perlengkapan itu untuk keperluan diagnosa dan pengobatan.

Departemen Keuangan Amerika belum lama ini memodifikasi daftar itu membuat perlengkapan dimaksud harus mendapat izin sebelum boleh dijual kepada Iran.

Pemerintahan Obama melonggarkan sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari Perjanjian Nuklir tahun 2015 termasuk penjualan banyak perlengkapan kedokteran antaranya perlengkapan yang digunakan untuk pengobatan nuklir dengan kemungkinan dapat digunakan untuk program senjata atom.

Kantor berita setengah resmi Iran ILNA mengabarkan, keputusan pemerintahan Trump memperluas daftar perlengkapan kedokteran yang memerlukan izin dari pemerintah Federal Amerika sebelum diekspor ke Iran oleh Iran dicap ‘sebagai tidak berprikemanusiaan’.

Kabar itu disiarkan ILNA hari Jum’at dengan mengutip direktur Badan Administrasi Makanan Dan Obat-obatan Iran Rasoul Dinarvand mengatakan perluasan itu ‘tidak berprikemanusiaan’. Menurut Dinarvand perlengkapan itu untuk keperluan diagnosa dan pengobatan.

Departemen Keuangan Amerika belum lama ini memodifikasi daftar itu membuat perlengkapan dimaksud harus mendapat izin sebelum boleh dijual kepada Iran.

Pemerintahan Obama melonggarkan sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari Perjanjian Nuklir tahun 2015 termasuk penjualan banyak perlengkapan kedokteran antaranya perlengkapan yang digunakan untuk pengobatan nuklir dengan kemungkinan dapat digunakan untuk program senjata atom. [my/al]