Iran Kritik Rusia Karena Batalkan Kontrak Penjualan Misil

Menteri Pertahanan Iran Jenderal Ahmad Vahidi hari ini mengatakan, komitmen Moskow kepada Iran rontok di bawah tekanan internasional.

Menteri pertahanan Iran telah mengkritik Rusia karena keputusannya untuk melarang penjualan sebuah sistem misil pertahanan udara kepada Tehran.

Televisi pemerintah mengutip Jendral Ahmad Vahidi pada hari Kamis yang mengatakan komitmen Moskow kepada Iran rontok di bawah tekanan internasional.

Dia juga mengatakan Iran sedang berencana membangun sendiri sistem anti pesawat yang canggih, setelah Rusia membatalkan penjualan sistem S-300 kepada Tehran.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengumumkan keputusan itu hari Rabu. Menurut Kremlin, pemimpin Rusia itu juga memutuskan untuk melarang penjualan tank, pesawat dan kapal laut kepada Iran.

Larangan itu menanggapi sanksi yang diberlakukan PBB pada bulan Juni atas penolakan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium.

Iran menyatakan program nuklirnya bertujuan damai. Negara-negara kuat di Barat menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir.