Koordinator Uni Eropa untuk pembicaraan antara Iran dan negara-negara besar dunia mengenai pemulihan kesepakatan nuklir 2015 akan mengunjungi Teheran pekan ini.
“Agenda pembicaraan (dengan Enrique Mora) di Teheran hampir selesai," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh pada konferensi pers mingguan, Senin (9/5). "Ia akan bertemu dengan Ali Bagheri, kepala perunding nuklir Iran."
Tanggal kedatangan Mora di ibu kota Iran belum dikukuhkan, tetapi media-media berita setempat melaporkan ia diperkirakan tiba pada hari Selasa (10/5).
Kesepakatan nuklir 2015 memberi Iran keringanan sanksi dengan imbalan pembatasan program nuklirnya untuk menjamin bahwa mereka tidak dapat mengembangkan senjata nuklir, sesuatu yang selalu disangkal oleh Teheran.
Wakil Sekretaris Jenderal European External Action Service (EEAS) Enrique Mora dan Wakil Iran di Kementerian Luar Negeri Abbas Araghchi menunggu dimulainya pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 di Wina, Austria 20 Juni 2021. (Foto: via Reuters)
Kesepakatan itu disetujui oleh Iran, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB -- yakni China, Rusia, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis – dan Jerman.
Namun, AS secara sepihak menarik diri pada 2018 di bawah kepemimpinan presiden saat itu, Donald Trump, dan menerapkan kembali sanksi-sanksi ekonomi yang menggigit sehingga mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri.
Pembicaraan di Wina selama setahun terakhir berfokus pada usaha membawa AS kembali ke kesepakatan itu dan mencabut sanksi-sanksinya, sambil memastikan kepatuhan penuh Teheran terhadap komitmennya sendiri.
BACA JUGA: Iran Serukan Perundingan Nuklir Digelar “Secepat Mungkin”Iran dan AS terlibat dalam negosiasi itu secara tidak langsung, bahkan ketika Teheran telah bernegosiasi langsung dengan pihak-pihak yang tersisa dalam kesepakatan. Teheran dan Washington bertukar pandangan melalui Mora.
Pembicaraan Wina telah terhenti sejak Maret. Di antara poin-poin penting yang tersisa adalah permintaan Iran agar Washington menghapus Korps Garda Revolusi Islamnya dari daftar teror AS.
"Kunjungan Mora menggerakkan pembicaraan ke arah yang benar," kata Khatibzadeh, yang membenarkan bahwa pesan "terus-menerus dipertukarkan antara Iran dan Amerika Serikat melalui Uni Eropa." [ab/uh]