Iran Jatuhkan Sanksi pada 61 Orang AS Lagi

Bendera nasional Iran berkibar di Teheran, Iran, 31 Maret 2020. (Foto: AP)

Iran telah menjatuhkan sanksi pada 61 orang AS lagi, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, karena mendukung sebuah kelompok pembangkang Iran, kata Teheran pada Sabtu (16/7) sementara perundingan berbulan-bulan untuk menghidupkan lagi perjanjian nuklir 2015 masih terkendala.

Tokoh-tokoh lain yang dimasukkan daftar hitam oleh Kementerian Luar Negeri Iran karena menyuarakan dukungan pada kelompok pembangkang Mujahideen-e-Khalq (MEK), termasuk mantan pengacara pribadi Presiden Donald Trump Rudy Giuliani dan mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton, kata laporan media Iran.

BACA JUGA: AS, Israel Tanda Tangani Pakta Keamanan, Bahas Soal Iran

Sanksi-sanksi itu memungkinkan pihak berwenang Iran untuk menyita aset apapun yang mereka miliki di Iran. Sanksi semacam itu juga pernah dijatuhkan terhadap puluhan warga AS atas berbagai alasan di masa lalu.

Langkah itu, yang diumumkan ketika Presiden Joe Biden mengakhiri lawatannya ke Timur Tengah, pada umumnya simbolis karena ketiadaan aset-aset semacam itu.

Giuliani, Pompeo dan Bolton, semuanya tokoh Republik, dilaporkan pernah terlibat dalam acara-acara MEK dan menyuarakan dukungan terhadap kelompok itu. Baik Pompeo dan Bolton menjabat di bawah Trump.

Iran pernah menjatuhkan sanksi terhadap 51 warga AS pada Januari dan 24 orang lainnya pada April. [vm/ft]