Iran Isyaratkan Inspeksi Lebih Luas dalam Dialog Nuklir

Para anggota delegasi Iran dan negara-negara kuat bersiap meneruskan dialog di Jenewa (15/10).

Pejabat senior Iran mengisyaratkan kemungkinan negaranya akan mengizinkan badan pengawas nuklir PBB memiliki wewenang inspeksi lebih luas sebagai bagian dari usaha untuk menyelesaikan sengketa nuklir.
Sementara pembicaraan antara Iran dan enam negara kuat dunia berlanjut Rabu, seorang pejabat senior Iran mengisyaratkan Iran kemungkinan akan mengizinkan badan pengawas nuklir PBB memiliki wewenang inspeksi lebih luas sebagai bagian dari usaha untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang sudah berusia satu dekade dengan Barat.

Pembicaraan di Jenewa mempertemukan para pejabat Iran, dan perwakilan-perwakilan dari apa yang disebut kelompok P5+1 yang terdiri dari Inggris, China, Perancis, Rusia, Amerika dan Jerman.

Tuntutan utama P5+1mencakup penerimaan Iran atas metode verifikasi yang komprehensif – termasuk inspeksi mendadak Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) – dan pengurangan tingkat pengayaan uranium Iran. Belum ada rincian mengenai proposal Iran yang diketahui umum.

Namun, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi yang mengatakan bahwa baik inspeksi maupun pengurangan uranium tidak masuk dalam tahap pertama proposal Iran, namun menjadi bagian dari tahap akhir.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan rencana Teheran terdiri dari tiga tahap yang dapat menyelesaikan kebuntuan pembicaraan nuklir Iran yang telah berlangsung lama dalam waktu satu tahun.