Iran Bungkam Liputan Kritis tentang Virus Corona

Para petugas memakamkan jenazah wartawan Abdollah Zavieh, yang meninggal karena virus corona (COVID-19), di pemakaman Behesht Zahra di Teheran, Iran, 24 Maret 2020.

Ketika virus corona terus menyebar di Iran, pihak berwenang telah bergerak dengan cepat dan agresif untuk menyensor laporan independen tentang hal itu. Pihak berwenang menakut-nakuti, menahan dan membungkam jurnalis dan pengguna media sosial.

Teheran telah menanyai atau menahan wartawan yang menentang atau mempertanyakan laporan-laporan resmi, dan memperingatkan bahwa mereka yang menerbitkan statistik selain angka resmi pemerintah akan ditangkap. Pemerintah Iran dan mengeluarkan perintah sensor ke media berita. Setidaknya dalam satu kasus, seorang jurnalis terpaksa menarik komentarnya yang dibuat di media sosial.

Para pemimpin Iran meremehkan wabah virus corona pada Februari, ketika kasus pertama dilaporkan. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam siaran 3 Maret meminta warga agar “tidak melebih-lebihkan” virus itu.

Kementerian kesehatan Teheran pada Rabu (25/3) melaporkan lebih dari 27.017 kasus dan 2.077 kematian. Majalah berita Amerika, Foreign Policy, mengutip direktur darurat untuk Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan, jumlah sebenarnya bisa “lima kali lebih tinggi.” [lt/pp]