Iran Akan Keluar Dari Perjanjian Nuklir Jika AS Mundur

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan Associated Press, di New York, 24 April 2018.

Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad, mengatakan Iran akan mempertimbangkan keluar dari Perjanjian Nuklir, jika Amerika menarik diri dari perjanjian 2015 itu.

Iran siap kembali ke situasi semula jika Amerika keluar seperti ancaman yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump. “Jika Amerika keluar itu berarti tidak ada lagi perjanjian” katanya kepada Christiane Amanpour dari CNN dan disiarkan Rabu (2/5), seperti dikutip AFP.

Trump tampaknya siap keluar dari perjanjian sebelum tenggat 12 Mei bagi Washington untuk menentukan sikap, yaitu tetap dalam perjanjian atau keluar. Perjanjian membatasi ketat program nuklir Iran dengan imbalan sanksi ekonomi terhadap Iran diperlonggar.

Baeidinejad mengatakan Iran sedang menjajaki berbagai jawaban jika Amerika keluar termasuk memulai lagi kegiatan nuklirnya. “Itu bisa berbentuk memperkaya uranium, mengkaji ulang kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan kegiatan lain,” katanya. [vm/al]