Irak, AS Bahas Penempatan Pasukan AS di Irak, Usai Perang Melawan ISIS

Tentara AS dari divisi artileri ke 82 Angkatan Udara memberikan bantuan untuk pasukan Irak dalam memerangi militan ISIS dari pangkalan mereka di timur kota Mosul, 17 April 2017 (Foto: dok).

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dilaporkan dalam pembicaraan dengan pemerintahan Trump untuk mempertahankan pasukan Amerika di Irak setelah perang melawan ISIS di negara itu berakhir.

Seraya mengutip para pejabat AS dan Irak, kantor berita Associated Press melaporkan bahwa pembicaraan itu masih terus berlangsung, tetapi perjanjian itu dapat menyimpulkan bahwa, berlawanan dengan penarikan Amerika pada tahun 2011, keberadaan pasukan Amerika dalam jangka panjang diperlukan untuk memastikan keamanan di Irak.

Keputusan untuk menarik pasukan tempur Amerika diberlakukan oleh mantan Presiden Barack Obama setelah para perunding Irak dan Amerika tidak dapat menyepakati rincian untuk melanjutkan perjanjian mengenai kekebalan hukum yang mencakup pasukan dan kontraktor Amerika.

Pasukan Irak bertempur melawan militan ISIS di darat dengan dukungan serangan udara dari pasukan koalisi yang dipimpin Amerika. Fokus utama kampanye tersebut adalah ofensif untuk merebut kembali kota Mosul dari militan ISIS, yang menyerbu kota itu pada pertengahan tahun 2014.

Pembicaraan untuk mempertahankan pasukan Amerika di Irak setelah pertempuran melawan ISIS berakhir yang melibatkan Menteri Pertahanan Amerika Jim Mattis dan para pejabat Irak itu adalah mengenai seperti apa keberadaan pasukan Amerika dalam jangka panjang, kata seorang pejabat Amerika kepada AP, seraya menambahkan bahwa pembahasan itu masih dalam tahap awal dan belum ada apapun yang dituntaskan. [uh]