Invasi Rusia ke Krimea Pengaruhi Kebijakan Luar Negeri AS

Menteri Luar Negeri AS John Kerry

Invasi Rusia ke semenanjung Krimea dapat berdampak besar pada kebijakan luar negeri Amerika terkait isu program nuklir Iran, perang saudara Suriah dan perang di Afghanistan.
Analis mengatakan NATO juga harus mempertimbangkan perubahan guna menanggapi gerakan pasukan Rusia di Ukraina.

Presiden Putin telah mengambil alih semenanjung Krimea Ukraina, kendati Rusia mengatakan ini adalah kekuatan keamanan setempat, dan mengakibatkan meningkatnya secara tajam ketegangan di dunia.

Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan, "Tidak ada tempat di masyarakat dunia bagi tindakan agresi dan langkah seperti yang kita saksikan di Krimea, Ukraina dalam hari-hari terakhir ini."

Analis mengatakan krisis Krimea akan berdampak pada konflik-konflik lain seperti perang saudara di Suriah.

Amerika dan Rusia bekerja sama dalam mengusahakan penghilangan senjata kimia Suriah, namun mendukung pihak yang berlawanan dalam pertikaian.

Mantan Duta Besar Amerika untuk Irak dan Turki James Jeffrey mengatakan akibat dari krisis Ukraina akan sangat terasa.

James Jeffrey mengatakan, "Kita perlu lebih aktif dan lebih cepat atau kita akan berhadapan bukan hanya dengan Rusia yang mengambil alih Krimea namun Russia, Iran, Hezbollah dan Assad yang menindas populasi dan mengenyam kemenangan ditengah-tengah kawasan yang dipenuhi dengan sekutu-sekutu kita. Ini perkembangan yang mengkhawatirkan."

Analis lain mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad mestinya khawatir karena Rusia kini lebih terfokus pada masalah diperbatasannya.

Rusia bekerja sama dengan Amerika dan negara besar lain di dunia dalam berunding dengan Iran mengenai program nuklirnya yang kontroversial itu.

Dukungan Rusia di Dewan Keamanan PBB adalah penting dalam mengamankan sanksi ekonom yang dikatakan analis telah memaksa Iran untuk berunding.

Amerika juga tergantung pada Rusia dalam hal rute transportasi bagi pasukan Amerika di Afghanistan. Hal ini penting karena Amerika akan menarik mundur pasukan dan peralatannya pada tahun ini.

"Jika kita memaksa Rusia maka mereka kemungkinan akan menjadi tidak kooperatif. Ini artinya akan lebih sulit dan lebih mahal, namun ada rute lain untuk bisa keluar dari situ yaitu lewat Asia Tengah, lewat Caucasus, dan tentunya lewat Pakistan dan melalui udara," ujar James Jeffrey.
Amerika menyerukan agar seluruh pasukan Rusia kembali ke pangkalannya dan berunding secara langsung dengan Kyiv dan mengijinkan pemantau internasional untuk memastikan keselamatan dari semua warga Ukraina.