India akan Pangkas Impor Minyak Iran 11 Persen

Kapal tanker Iran 'Delvar' (kiri) berlabuh di Singapura (foto: dok). AS mendesak negara-negara sekutunya untuk mengurang impor minyak Iran sebagai sanksi atas program nuklirnya.

Pengumuman itu muncul setelah Menlu AS Hillary Clinton mendesak India untuk mengurangi impor minyak Iran dalam kunjungannya ke India pekan lalu.
India mengatakan negara itu telah memutuskan untuk mengurangi impor minyak mentah Iran sebesar 11 persen, menyusul tekanan dari Amerika untuk mengisolasi Republik Islam itu karena program nuklirnya.

Menteri Perminyakan India, R.P.N. Singh, mengatakan Selasa bahwa instalasi-instalasi penyulingan minyak India kini berencana untuk mengimpor 15,5 juta ton minyak mentah dari Iran untuk tahun fiskal ini, turun dari 17,44 million ton tahun sebelumnya.

Singh mengatakan, India secara sadar berusaha untuk mendiversifikasi sumber impor minyak mentah untuk memperkokoh keamanan energi negara itu.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan penyulingan minyak mendasarkan impor mereka atas pertimbangan teknis, komersial dan lain-lain.

Pengumuman Selasa itu muncul setelah Menteri LN Amerika Hillary Clinton mendesak India untuk mengurangi impor minyak Iran dalam kunjungannya ke negara Asia Selatan itu pekan lalu.

Amerika telah meminta sejumlah negara untuk mengurangi impor minyaknya dari Iran menjelang akhir Juni atau menghadapi sanksi. Amerika sejauh ini telah memberikan pengecualian pada Jepang dan Uni Eropa.

Amerika, dan negara-negara Barat lain mengatakan Iran sedang memperkaya uranium untuk mengembangkan senjata nuklir, sebuah tuduhan yang dibantah Iran.

India mengimpor sekitar 80 persen minyaknya mentahnya. Paling sedikit 10 persen dari impor itu berasal dari Iran.

Pengumuman India untuk memangkas impor minyak dari Iran bertepatan dengan kunjungan utusan khusus masalah energi Amerika Carlos Pascual, yang mengadakan pembicaraan dengan para sejawatnya dengan India pada hari Selasa.