India Tolak Penggantian Nama Tempat oleh China di Perbatasan Sengketa

Patung Buddha di Tawang, timur laut negara bagian Arunachal Pradesh, India, 9 April 2017. (REUTERS/Anuwar Hazarika)

India, Selasa (4/4) menolak penggantian nama yang dilakukan China terhadap tempat-tempat yang dianggap India sebagai negara bagiannya di timur, Arunachal Pradesh, yang diklaim China sebagai bagian dari teritorinya.

China dan India terlibat perang di beberapa bagian dari perbatasan sepanjang 3.800 kilometer yang tidak ditandai dengan baik pada tahun 1962. Bentrokan di daerah pegunungan dalam beberapa tahun terakhir juga menambah tegang hubungan dua negara bertetangga yang memiliki senjata nuklir itu.

Pertengkaran terbaru ini dipicu oleh pernyataan yang dikeluarkan Kementerian urusan Sipil China, Minggu (2/4). Menurut pernyataan itu, China telah menstandarisasi nama 11 tempat, termasuk lima pegunungan, yang disebut China sebagai daerahnya di Tibet, di bagian selatan negara itu.

Seorang perempuan membersihkan salju di depan kediamannya di Sela Pass, negara bagian Arunachal Pradesh, India, 2 April 2023. (Arun SANKAR/AFP)

Pernyataan itu disertai peta yang menunjukkan kesebelas tempat yang diganti nama oleh China menjadi “Zangnan,” atau Tibet Selatan dalam bahasa China, dengan Arunachal Pradesh masuk kawasan tersebut dan demarkasi perbatasan China dengan India ditetapkan persis di sebelah utara Sungai Brahmaputra.

India menolak hal tersebut. “Arunachal Pradesh sekarang, dulu dan selamanya adalah bagian integral dan tak terpisahkan dari India,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi di Twitter.

Tetapi seorang juru bicara di kementerian luar negeri China mengatakan perubahan nama itu “sepenuhnya ada di dalam cakupan kedaulatan China.” “Daerah Tibet Selatan adalah teritori China,” kata juru bicara itu, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin di Beijing hari Selasa.

Sedikitnya 24 tentara tewas ketika kedua pihak bentrok di kawasan Ladakh, di bagian barat perbatasan mereka, pada tahun 2020. Tetapi situasi mereda setelah pembicaraan diplomatik dan militer.
Pada Desember lalu, tentara dari kedua pihak terlibat dalam perkelahian d sektor Tawang di Arunachal Pradesh.

Menteri Luar Negeri India S Jaishankar mengatakan bulan lalu, situasi di Ladakh rapuh dan berbahaya, dengan pasukan militer ditempatkan sangat berdekatan satu sama lain di beberapa tempat. [uh/ab]